BerandaBerita KomsosPersiapan Pemekaran Keuskupan Sulawesi Tengah: 14 Paroki dan 2 Kuasi Paroki

Persiapan Pemekaran Keuskupan Sulawesi Tengah: 14 Paroki dan 2 Kuasi Paroki

Published on

spot_img

Banggai Laut – Pemekaran keuskupan baru telah semakin nyata. Hal ini nampak dengan telah dilantiknya Panitia Persiapan Pemerkaran Keuskupan Sulawesi Tengah pada 22 Februari 2025 yang lalu. Pelantikan panitia pemekaran ini dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Tolai, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kegiatan pembentukan dan pelantikan panitia pemekaran tersebut dihadiri oleh para pastor dan tokoh umat, baik dari pihak Keuskupan, dari Kevikepan Palu dan dari Kevikepan Luwuk Banggai. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Manado, Pastor Wilhelmus Thome, Pr.

Pelantikan panitia persiapan keuskupan baru ini menandakan bahwa syarat-syarat penting terbentuknya keuskupan baru sudah atau akan dapat segera terpenuhi untuk selanjutnya dapat diusulkan. Secara geografis, wilayah pemekaran Keuskupan Sulawesi Tengah ini mencakup wilayah pelayanan dari dua kevikepan besar di Sulawesi Tengah yang secara keseluruhan terdapat empat belas paroki dan 2 kuasi paroki di dalamnya.

488177380 122097916196831240 3124700930698097078 n
Tokoh umat dari Paroki Raja Damai Banggai menyampaikan pandangan terkait pemekaran keuskupan yang baru (Foto: Facebook Panita Pemekaran Keuskupan Sulawesi Tengah)

Pertama adalah Kevikepan Palu yang terdiri dari delapan paroki dan dua kuasi paroki. Paroki-paroki dimaksud adalah Paroki Santo Paulus (Kota Palu), Paroki Santa Maria (Kota Palu), Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi Beteleme (Kabupaten Morowali Utara), Paroki Santo Petrus Kotaraya (Kabupaten Parigi Moutong), Paroki Santo Thomas Modo (Kabupaten Buol), Paroki Santa Theresia Poso (Kabupaten Poso), Paroki Santo Petrus Tolai (Kabupaten Parigi Moutong), Paroki Kristus Raja Tolitoli (Kabupaten Tolitoli), Kuasi Paroki Santo Benedictus Abbas Lalundu II (Kabupaten Donggala), dan Kuasi Paroki Kristus Raja Damai Napu (Kabupaten Poso).

Kedua adalah Kevikepan Luwuk Banggai yang terdiri dari enam paroki. Paroki-paroki dimaksud adalah Paroki Santa Maria Bintang Kejora Luwuk (Kabupaten Banggai), Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut (Kabupaten Banggai Kepulauan) Paroki Santo Petrus Nulion (Kabupaten Banggai Kepulauan), Paroki Raja Damai Banggai (Kabupaten Banggai Laut), Paroki Kristus Raja Sulubombong (Kabupaten Banggai) dan Paroki Santo Paulus Toili (Paroki Banggai).

Dalam kegiatan pelantikan ini, dibicarakan pula langkah-langkah strategis yang akan dilakukan ke depan dalam rangka persiapan pemekaran ini. Setiap kevikepan ditugasi mengkonsolidasikan paroki-paroki yang ada di kevikepannya untuk mendukung agenda-agenda penting demi lancarnya proses pemekaran. ***

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...