Banggai – Pada hari Kamis (31/7/1989), umat Wilayah Rohani Santo Ignatius Loyola Stasi Santo Yohanes Maria Vianney Matanga dan undangan dari pengurus stasi dan tokoh-tokoh umat lainnya berkumpul di sebuah pekarangan. Pada hari ini, umat wilayah rohani merayakan pesta nama Santo Ignatius Loyola.
Petang itu, di bawah tenda yang cukup besar, umat yang hadir mengikuti perayaan ekaristi kudus dengan khusyuk. Pastor paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC memimpin misa syukur ini.

Setelah misa, beberapa orang menyampaikan sambutan mewakili umat di Stasi Matanga dan mewakili Pengurus Dewan Pastoral Paroki. Pada kesempatan pertama, Bapak Martis Terampe mewakili umat setempat mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki dan umat sekalian yang dengan carannya masing-masing telah mendukung perayaan pesta pelindung ini.
“Pertama, terima kasih kepada Pastor Paroki Raja Damai Banggai yang telah menjadwalkan dan mempersembahkan perayaan ekaristi pada pesta pelindung Santo Ignatius Loyola sekarang ini. Terima kasih juga kepada seluruh umat yang dengan caranya masing-masing telah bekerja dan mendukung perayaan hari ini”, ucapnya.

Selanjutnya, Bapak Petronius Totuuk selaku pengurus Dewan Pastoral Paroki Raja Damai Banggai memberikan kesan dan pesan. Pertama, ia mengucapkan selamat sekaligus mengapresiasi usaha maksimal umat dalam menyelenggarakan perayaan syukur pesta pelindung ini. Kedua, ia mengajak umat setempat untuk selalu kompak dan bekerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan pastoral agar pekerjaan menjadi ringan.
“Selamat kepada umat wilayah rohani Santo Ignatius Loyola yang nampaknya telah bekerja masksimal untuk pelaksanaan perayaan pesta pelindung ini. Sekali lagi, proficiat! Selanjutnya, ke depan harus tetap kompak dan bekerjasama agar pekerjaan-pekerjaan, khususnya dalam tugas-tugas pelayanan pastoral, dapat terlaksana dengan masksimal seperti yang nampak pada perayaan pesta pelindung hari ini”, tegasnya.

Setelah mendengarkan sambutan-sambutan, seluruh umat yang hadir disilahkan mencicipi berbagai hidangan yang telah disiapkan. Umat yang hadir nampak berbaur dalam kebersamaan. ***
