BerandaBerita KomsosRayakan Pesta Pelindung, Umat Belajar dari Sosok Santa Marta yang Setia

Rayakan Pesta Pelindung, Umat Belajar dari Sosok Santa Marta yang Setia

Published on

spot_img

Wilayah Rohani Santa Martha Stasi Santo Yoseph Pekerja Bolitan gelar perayaan syukur pesta pelindung pada hari Senin (29/7/2024) petang. Perayaan yang diawali dengan misa syukur  ini dilaksanakan di rumah umat, yakni rumah keluarga Alo – Kadoang. Perayaan ini dihadiri oleh pengurus stasi, pengurus wilayah rohani lainnya serta pengurus dan umat wilayah rohani Santa Martha.

Pastor Paroki, Pastor Tasisius Kewa Ama, MSC, dalam homilinya mengingatkan umat bahwa bila kita mengatakan kita percaya, maka iman kita harusnya menggerakan kita. Seperti pesan rasul Yakobus, iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Untuk itu, mari kita wujudkan iman kita melalui perbuatan-perbuatan kita, ajak Pastor Ama.    

20240729 190153

Setelah misa, perayaan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Pada sambutan yang pertama,  Bapak Herliko Kadoang selaku ketua stasi menyampaikan terima kasih kepada para pengurus wilayah rohani baik yang ada saat ini maupun pengurus sebelum-sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan mewariskan peninggalan-peninggalan yang bermakna. Salah satu peninggalan pengurus awal adalah dipilihnya pelindung wilayah rohani Santa Martha. Nama pelindung ini diambil berdasarkan nama seorang umat yang dihormati dan dianggap dapat menjadi teladan dalam kehidupan imannya. Pada bagian akhir, ketua stasi mengajak umat untuk selalu berdoa bersama Santa Martha.

Pada sambutan kedua, ketua wilayah rohani Santa Martha, Bapak Fionsius Sadulia meminta umat wilayah rohani Santa Martha untuk saling mendukung dalam karya dan pelayanan. Meskipun banyak kekurangan, bila kita saling mendukung dan melengkapi maka kita akan dapat memberikan yang terbaik, pungkasnya.

Selanjutnya, pada sambutan yang terakhir, Pastor Ama mengajak umat untuk kembali melihat sosok Santa Martha. Ia menjelaskan bahwa Santa Martha adalah sosok yang apa adanya dan justru karena itu ia menerima Tuhan dengan setia, baik setia dalam tugas, dalam karya dan pelayanan, maupun dalam doa. Meneladani Santa Martha berarti kita harus selalu setia dan itu berarti kita perlu meluangkan waktu untuk menyapa Tuhan dalam doa-doa kita, tutup Pastor Ama.

20240729 195714

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah makan, acara dilanjutkan dengan penggalangan dana umat melalui lotrey. Seluruh rangkaian perayaan syukur ini akhirnya ditutup pada pukul 22.00 WITA. ***

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...