BerandaRenunganRenungan 24 Februari 2026; Doa yang Memurnikan Hati

Renungan 24 Februari 2026; Doa yang Memurnikan Hati

Published on

spot_img

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat, saat Gereja mengajak kita berhenti sejenak, masuk ke keheningan batin, dan menata kembali relasi kita dengan Allah dan sesama. Dalam Injil hari ini, Yesus menuntun kita untuk memahami kembali makna doa yang sejati.

Yesus mengingatkan: “Janganlah kamu bertele-tele dalam doamu.” Prapaskah mengajak kita bukan untuk memperbanyak kata, melainkan memperdalam hati. Doa bukanlah usaha membujuk Allah dengan rangkaian kalimat panjang, tetapi sikap percaya seorang anak kepada Bapanya. Allah sudah mengetahui kebutuhan kita—yang Ia rindukan adalah hati yang terbuka dan mau diubah.

Dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajar kita jalan pertobatan sejati. Kita diajak menempatkan Allah sebagai pusat hidup: menguduskan nama-Nya, merindukan Kerajaan-Nya, dan menerima kehendak-Nya, bahkan ketika kehendak itu menantang kenyamanan kita. Kita pun belajar bersyukur atas rezeki yang cukup dan hidup dalam kepercayaan, bukan dalam ketamakan.

Namun, Prapaskah juga menyingkap bagian doa yang paling menantang: “Ampunilah kami… seperti kami juga mengampuni.” Tidak ada pertobatan yang sejati tanpa keberanian untuk mengampuni. Puasa dan doa kehilangan maknanya bila hati kita masih terikat pada luka lama, dendam, dan penolakan untuk berdamai.

Yesus menegaskan bahwa pengampunan Allah berjalan seiring dengan pengampunan kita kepada sesama. Maka Prapaskah menjadi saat yang tepat untuk bertanya:
siapakah yang masih belum saya ampuni? Luka apa yang masih saya simpan dalam diam?

Prapaskah bukan sekadar masa menahan diri dari makanan, tetapi melatih hati untuk melepaskan beban dosa dan ego. Doa yang sejati akan menuntun kita pada perubahan hidup: dari mementingkan diri sendiri menjadi peduli, dari menghakimi menjadi mengasihi, dari menuntut menjadi mengampuni.

Semoga melalui Masa Prapaskah ini, doa kita semakin sederhana namun mendalam, puasa kita semakin memurnikan hati, dan kasih kita semakin nyata dalam tindakan sehari-hari.

KONTEN POPULER

Latest articles

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...