Renungan Sabtu, 2 Desember : Doa untuk BERTAHAN….

0
2253

Sabtu 02 Desember 2017

Pekan Biasa XXXIV

(Dan 7:15-27; Dan 3:82-87; Luk 21:34-36)

 

Bacaan Pertama: Dan 7:15-27; pemerintahan, kekuasaan dan keagungan akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Allah yang mahatinggi.

Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Aku, Daniel, terharu karena penglihatan yang kualami, dan hatiku sangat gelisah oleh karena penglihatan yang telah kulihat. Maka aku mendekati salah seorang yang berdiri di sana, dan aku minta penjelasan tentang semuanya itu.

Maka berkatalah ia kepadaku dan memberitahukan maknanya, “Keempat ekor binatang besar itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi. Sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya.”

Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat, yang berbeda dengan binatang-binatang lainnya. Binatang itu sangat menakutkan, bergigi besi dan berkuku tembaga. Binatang itu melahap dan meremukkan mangsanya, dan sisanya diinjak-injak dengan kakinya. Aku juga ingin mendapat penjelasan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan serta mulut yang menyombong; yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk terdahulu, serta nampaknya lebih besar dari semua tanduk yang sudah ada. Tanduk itulah yang kulihat berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, sampai Yang Lanjut Usia datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. — Dan datanglah waktunya orang-orang kudus itu memegang pemerintahan. —

Maka demikianlah katanya, “Binatang yang keempat itu ialah kerajaan keempat yang akan ada di bumi, dan yang berbeda dengan segala kerajaan lain; ia akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.Ia akan mengucapkan kata-kata yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Lalu Majelis Pengadilan akan bersidang. Kekuasaan akan dicabut dari raja itu, ia akan dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.Maka pemerintahan, kekuasaan dan keagungan semua kerajaan di bawah langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Allah Yang Mahatinggi. Pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur T. Dan 3:82-87

*Pujilah Tuhan, hai anak-anak manusia.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai umat Israel.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai para imam Tuhan.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai para hamba Tuhan.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai roh dan jiwa orang-orang benar.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai semua yang mursid dan rendah hati.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Bait Pengantar Injil: Luk 21:36; Berjaga-jagalah  dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

Bacaan Injil: Luk 21:34-36; Berjaga-jagalah, agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan: Doa untuk BERTAHAN….

Betapa Manusia membutuhkan sesuatu atau siapa yang dapat menjamin kehidupannya baik di dunia ini maupun kehidupan sesudah di dunia ini. Kaum teisme percaya bahwa yang dapat sungguh menjamin kehidupannya didunia dan kelak adalah Tuhan. Tuhan dipercayai sebagai Dia yang menciptakan dan menyelenggarakan kehidupan manusia tetapi juga Dia yang dapat menjamin kehidupan kelak. Karena itu, manusia akan selalu berusaha membangun relasi yang baik dan benar bersama  Tuhan. Relasi yang baik ini dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi  kehidupannya yang bemuara pada bagaimana sikap dan perilakunya mesti selalu pantas dan layak dihadapan Tuhan.

Yesus bersabda kepada kita hari ini, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Kata-kata Yesus ini menjadi undangan sekaligus perintah untuk berjaga-jaga. Yesus menunjukkan jalan bagaimana membangun relasi dengan Dia. Jalannya adalah BERDOA. Doa menjadi alat atau senjata yang ampuh dalam berjaga-jaga. Dalam doa kita dapat menjalin relasi yang akrab dengan Tuhan. Dengan menjaga kehidupan doa, kita akan hidup dalam iman akan kekuatan Allah yang tak terkalahkan. Tidak ada kekuatan yang dapat menghancurkan orang yang memiliki  hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan. Inilah sebabnya  kita perlu menyisihkan waktu untuk berdoa. Kita perlu waktu yang tenang untuk datang menyembah, untuk membiarkan Tuhan berbicara atas kehidupan kita. Untuk mendengarkan apa yang menjadi kehendak dan harapan Dia untuk kita perbuat setiap saat.

Nasehat untuk berjaga-jaga dalam doa menjadi kekuatan bagi kehidupan spiritual kita. Dimana dan kapanpun kita terajak terus untuk mawas diri dan berjaga-jaga dalam doa sehingga kita tetap tahan berdiri di hadapan Tuhan. Doa selain membuat kita selalu merasa dekat dengan Tuhan, doa juga membantu kita untuk tetap setia berbuat baik dan tak pernah lelah untuk mengabdi Tuhan dan sesama. Hidup kita selalu terjamin karena doa yang selalu dipanjatkan…..

Penulis Renungan
Pst. Melky Malingkas, pr

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini