Renungan senin, 02 Oktober: Makin Hebat, Makin Rendah Hati

0
1801

PW Para Malaikat Pelindung  Senin Pekan Biasa XXVI  Bacaan 1 : Kel 23:20-23a Mazmur : Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11 Injil : Mat 18:1-5.10

Bacaan Pertama Kel 23:20-23a Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Inilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Makaikat pelindung, teman perjalanan hidup

Mazmur Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11

R:11 Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya  untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

*Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi  dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

*Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

*Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

*Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Bait Pengantar Injil

Mzm 103:21 Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

Bacaan Injil Mat 18:1-5.10                                        Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya,  “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil  dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat  dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri  dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,  ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Makin Hebat, Makin Rendah Hati

Saudara-saaudari yang terkasih dalam Tuhan, hari ini Gereja memperingati Para Malaikat Pelindung. Peringatan ini ditambahkan oleh Paus Paulus V pada tahun 1608 ke dalam kalender para kudus dan pesta gerejani. Dalam refrain Mazmur tanggapan yang didaraskan pada hari ini dikatakan seperti berikut ini: “Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”

Para malaikat itu akan menjagamu sehingga malapetaka tak akan menimpa dan tulah tulah tidak akan mendekat pada kemah. Mereka, juga tertulis dalam bacaan I dari Kitab Keluaran, akan berjalan di depan bangsa Israel, melindungi di jalan dan membawa mereka ke tempat yang  sudah disediakan Tuhan. Merekalah utusan Tuhan yang dianugerahkan kepada umat manusia.

Gambaran para malaikat yang tertulis dalam bacaan kitab perjanjian lama ini menjelaskan betapa Allah mengasihi manusia dan menghendaki setiap orang untuk mengalami keselamatan. Allah tak membiarkan manusia ciptaanNya jauh dari-Nya dan memberikan mereka malaikat pelindung dan penjaga. Menjawab pertanyaan para murid tentang siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga, Yesus menjelaskan “beberapa sikap dasar” yaitu pertama pertobatan, kedua kerendahan hati sambil memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah, supaya mereka melihatnya.

Pertobatan supaya setiap orang menyesali perbuatan dosa, berpaling pada Allah, meninggalkan segala dosanya dan membiarkan diri tunduk pada Allah. Kerendahan hati supaya setiap orang berserah diri dan berpasrah pada kekuatan Allah.

Saudara-saudariku, gaya hidup modern terus-menerus memborbardir kita dengan seruan sukses dalam kebesaran dan kehebatan. Kita terus diyakinkan untuk menjadi yang paling besar dan paling hebat. Karena itu kita semua berjuang untuk berprestasi merebut hal-hal yang besar. Tentu tidak ada yang keliru kalau kita meraih hal-hal yang besar. Hanya kadang kita tergoda untuk merasa diri besar dan hebat di hadapan Tuhan, sehingga mulai merasa tidak membutuhkan Tuhan. Marilah kita tetap berjuang meraih prestasi dalam hidup sambil terus menyadari betapa seluruh kebesaran, kehebatan dan prestasi kita adalah pemberian Tuhan. Semoga berkat pertolongan dan perlindungan malaikat- malaikat pelindung, kita disadarka untuk terus berserah diri pada Tuhan dalam kebesaran dan kekecilan kita. Mari meraih sukses di dunia, dengan makin mendekatkan diri pada Allah yang mengasihi kita, makin berserah diri sepenuhnya kepada-Nya agar  boleh berbahagia bersama-Nya.

Penulis: Pst Danny Surentu pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini