Renungan Senin, 13 November: Tambahkan iman Kami

0
826
iman
Tambahkan iman kami

Senin Pekan Biasa XXXII

Bacaan 1 : Keb 1:1-7; Mzm 139:1-10 Injil : Luk 17:1-6

Bacaan Pertama: Keb 1:1-7
Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia.
Hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati. Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang yang tidak mencobai-Nya. Ia menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya.

Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari Allah,
dan orang bodoh yang menguji kekuasaan-Nya pasti dienyahkan. Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh, dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai dosa.
Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya,
dan pikiran pandir dijauhinya.

Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia,
tetapi si penghojat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya. Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya, benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya. Sebab roh Tuhan memenuhi seluruh, dan Dia yang merangkum segala-galanya tahu apa saja yang disuarakan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 139:1-10: R:24b
Tuntunlah aku di jalan yang kekal, ya Tuhan.

*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

*Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku,
dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

*Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.

*Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Bait Pengantar Injil: Flp 2:15-16
Hendaklah di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang
sambil berpegang pada firman kehidupan.

piikma
Jangan takut, Tuhan akan menarikmu

Bacaan Injil: Luk 17:1-6
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan!
Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya.
Lebih baik baginya  jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut,
daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini.
Jagalah dirimu!  Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia.
Dan jika ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari
dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal,’ engkau harus mengampuni dia.”

Lalu para rasul berkata kepada Tuhan,
“Tambahkanlah iman kami!”
Tetapi Tuhan menjawab,
“Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’
maka pohon itu akan menurut perintahmu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

iman
tambahkan iman kami

Renungan: Tambahkanlah Iman Kami

Saudaraku terkasih, Injil Lukas yang kita dengarkan hari ini, sangat tegas dan prinsipil. Siapa menyesatkan lebih baik ditenggelamkan ke dalam laut. Kalau sebuah batu kilangan diikatkan pada leher seseorang dan dia dilemparkan ke dalam laut apa yang terjadi kalau bukan tenggelam dan mati? Luar biasa, kata-kata ini sungguh tegas dan prinsipil.

Demikian perintah Yesus untuk memberi pengampunan sungguh sangat tegas dan prinsipil. Dalam sehari seseorang 7 kali bersalah dan 7 kali pula ia datang minta ampun, kita harus memberinya pengampunan bahkan sampai 7 kali dalam sehari. Bukan main! memberi ampun satu kali saja tidak mudah apalagi sampai 7 kali pada hari yang sama. Oww rasanya berat, sepertinya Yesus sedang membicarakan sebuah “kemustahilan” di hadapan egoisme dan semangat cinta diri yang melekat erat dalam diri kita manusia.

Perasaan berat atas perintah Yesus bukan hanya milik kita. Para muridpun merasakan hal yang sama. Perintah Yesus ini tidak mudah dilaksanakan. Mereka harus memiliki kualitas ekstra untuk boleh menjalankannya. Dan kualitas ini harus diminta kepada Dia yang memberikan Perintah. Kualitas apakah itu? Itulah Iman. Hanya dengan iman kita dapat memberi pengampunan tanpa batas. Iman yang dibutuhkan adalah keyakinan dan penyerahan diri pada Tuhan yang mengasihi dan lebih dulu mengampuni kita.

Oleh karena itu, para murid tidak meminta kekuatan lain kepada Yesus selain iman. “Tambahkanlah iman kami”. Tanpa iman akan Yesus yang mengampuni, mana mungkin kita mampu memberi pengampunan sebanyak 7 kali selama satu hari?

Saudaraku terkasih, kita semua dipanggil untuk tidak menjadi penyesat dan pemberi ampun tanpa batas. Bersama para murid mari kita minta pada Yesus: “Tuhan, tambahkanlah iman kami”. Kami masih belum mampu memberi ampun sampai 7 kali sehari, karena masih belum memiliki iman yang kuat. Iman yang kami miliki masih belum membuat kami memiliki kasih mendalam yang mampu mengampuni tanpa pamrih. Karena itu mari kita berpasrah pada Yesus sambil berjuang memberi pengampunan. Amin.

p.steven
P.Steven Lalu, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini