BerandaSanto-SantaSanta Rufina dan Secunda, Martir

Santa Rufina dan Secunda, Martir

Published on

spot_img

Rufina dan adiknya Secunda adalah anak-anak dari seorang Senator Romawi. Mereka dibunuh secara kejam kira-kira pada tahun 257, selama masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh Kaisar Valerianus (253-260).
Menurut tradisi, Rufina dan Secunda bertunangan dengan dua orang pemuda beragama Kristen. Rufina bertunangan dengan Armentarius dan Secunda dengan Verinus. Selama masa penganiayaan, kedua lelaki Kristen itu dengan semangat menyebarkan agama Kristen. Rufina dan Secunda sebaliknya enggan melakukan hal itu. Kedua bersaudara itu pergi ke Roma dan di sana mereka ditangkap dan dipenjarakan. Tak satu siksaan pun mampu mematahkan ketetapan hati dan keteguhan iman mereka. Karena itu akhirnya mereka dibunuh. Jenazah mereka dimakamkan di basilika Santo Yohanes Lateran, Gereja Katedral kota Roma.

KONTEN POPULER

Latest articles

Jack Top Casino im Test: Überblick, Boni und Zahlungen

Dieser Test konzentriert sich auf die praktische Nutzung: Welche Spiele sind verfügbar, wie funktionieren...

Belajar Mengampuni dari Santa Maria Goretti

Tahuna – Pesta Santa Maria Goretti bukan sekadar mengenang seorang martir muda, tetapi menjadi...

Legio Christi Paroki Tahuna Wujudkan Pelayanan Kasih dalam Upacara Pemakaman di Kelurahan Mahena

Tahuna – Semangat pelayanan yang tulus kembali ditunjukkan oleh Legio Christi Paroki Santo Yohanes...

Casino Wild Robin Test: Spiele, Boni und Auszahlung

In diesem Test schaue ich vor allem auf das, was im Alltag zählt: Spieleauswahl,...

More like this

Santa Maria Goretti: Kesucian, Keberanian dan Pengampunan yang Mengubah Dunia

TAHUNA – 6 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang Santa Maria...

Santo Thomas Rasul: Dari Keraguan Menuju Pengakuan Iman yang Mengubah Dunia

Bolaang Mongondow Timur – 3 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang...

Santa Perawan Maria Bunda Gereja

Memperingati Santa Perawan Maria, Bunda Gereja setiap hari Senin sesudah Pentakosta. “Di bawah salib,...