Banggai – Pesta Pelindung Santo Filipus Rasul dirayakan oleh banyak komunitas Kristiani di seluruh dunia pada setiap tanggal 3 Mei. Salah satu yang merayakannya adalah umat Wiayah Rohani Santo Filipus Rasul Santo Yoseph Pekerja Bolitan.
Pada hari Sabtu (3/5/2025), umat wilayah rohani Santo Filipus Rasul Stasi Bolitan membuat perayaan pesta pelindungnya. Perayaan yang dimulai pada pukul 18.00 WITA ini dilaksanakan di rumah salah satu keluarga anggota wilayah rohani.
Perayaan ini dihadiri oleh seluruh umat wilayah rohani Santo Filipus Rasul dan para undangan yang terdiri dari Pengurus Dewan pastoral Stasi, Pengurus Wilayah Rohani lainnya, Pengurus Kelompok Kategorial, tokoh-tokoh umat, dan tokoh adat setempat.
Pastor Paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC mempersembahkan perayaan ekaristi syukur sebagai pembuka. Dalam homilinya, ia mengajak umat wilayah rohani Santo Filipus Rasul untuk meneladani semangat hidup Santo Filipus Rasul dalam mewartakan kabar keselamatan kepada siapa saja yang mereka jumpai.

“Marilah dalam hidup dan karya kita masing-masing, kita teladani semangat hidup Santo Filipus Rasul yang selalu setia hingga akhir hidupnya dalam mewartakan kabar keselamatan melalui Yesus Kristus kepada orang-orang yang kita jumpai dalam peziarahan hidup kita ini”, ajaknya.
Sesudah perayaan ekaristi, perayaan pesta pelindung dilanjutkan dengan ramah tamah. Pada acara ini, Ketua Wilayah Rohani Santo Filipus Rasul, Falerianus Sailang, megajak umat agar selalu kompak dan tetap saling bekerja sama dalam tugas-tugas pelayanan di tengah-tengan umat.
“Saya berharap agar seluruh umat wilayah rohani Santo Filipus Rasul tetap aktif dan kompak dalam kegiatan-kegiatan menggereja. Saya juga mengajak para pengurus yang baru dilantik, marilah kita menyongsong masa kepengurusan yang baru ini dengan saling bekerjasama dalam tugas-tugas pelayanan kita ke depan”, tuturnya.
Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Umat yang hadir nampak antusias mencicipi hidangan yang telah disiapkan oleh umat setempat. ***
