SERVE GOD AND HIS CREATION  

0
269

(Pembukaan)

Sebagaimana dengan program kerja dari Misdinar Paroki St. Ignatius Manado, maka mereka melaksanakan kegiatan live in. Live in yang bertempat di stasi St. Petrus Kumelembuai Paroki Roh Kudus Tomohon ini dimaksudkan untuk melatih setiap anggota Misdinar Paroki St. Ignatius Manado menjadi mandiri dan siap untuk keluar dari “zona nyama” dengan merasakan kehidupan di desa tempat mereka ber-live in. Dalam kegiatan ini, anggota Misdinar Paroki St. Ignatius Manado akan dilatih untuk bersosialisasi dan melakukan kegiatan masyarakat, di mana mereka berada.

Selama tiga hari mereka mengadakan live in. Dimulai dari hari senin 26 Juni sampai Rabu, 28 Juni 2023. Bukan hanya Misdinar dari Paroki St. Ignatius Manado saja yang mengadakan live in ini. Ada dua stasi yang turut ambil bagian dalam kegiatanlive in, yaitu Misdinar Stasi Sta. Maria diangkat ke Surga Rurukan dan Misdinar tuan rumah stasi St. Petrus Kumelembuai. Misdinar yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih 34 orang dari Paroki St. Ignatius Manado di tambah dengan pembina, dan sisanya dari Stasi Rurukan dan Stasi Kumelembuai ditambah dengan Pembina.

Sesuai dengan jadwal yang sudah disusun oleh Panitia, pukul 10:00 Misdinar Paroki St. Ignatius Manado berkumpul di depan Gereja Paroki St. Ignatius Manado, kemudian sebelum berangkat para peserta mendapat wejangan, dan diawali dengan berdoa dan berkat yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Ignatius Manado, Pastor Damianus Yangko Alo, Pr dan setelah itu dilepas secara langsung oleh Pastor Paroki.

Kurang lebih menempuh 2 jam perjalanan dengan menggunakan bus untuk sampai di tempatlive in. Sesampai di tempat tujuan, di sana sudah hadir Misdinar dari Stasi Rurukan dan Misdinar tuan rumah sendiri. Ada sukacita tersendiri terlihat dari rawut wajah para anggota misdinar paroki St. Ignatius Manado setelah sampai. Ada yang menikmati suasana alam desa, dan ada yang masih lelah dengan perjalanan.

Misdinar yang EkaristiDSC 0025 scaled

Pantaslah kalau menyebut Misdinar yang Ekaristi. Kenapa? Karena sesampai di tempat live in, para misdinar yang sudah tergabung baik dari paroki St. Ignatius Manado, Stasi Rurukan dan tuan rumah sendiri mengadakan misa pembukaan kegiatan live in.

Misa Pembukaan kegiatan live in, dimpimpin oleh Pastor Paroki Roh Kudus Tomohon, Pastor Glen Woi, Pr. Dalam renungannya Pastor mengingatkan para misdinar menjadi seperti Abraham. Maksudnya berani keluar dari zona nyaman, seperti Abraham yang menjawab panggilan Allah. Dengan meninggalkan segala kempunyaanya dan pergi mengikuti Allah. Misdinar pun harus demikian, karena zaman sekarang ini banyak sekali hal-hal yang mengiurkan sehingga lupa untuk melayani Tuhan dan sesama. Pastor juga sangat mengapresiasi akan kegiatan ini. Karena para Misdinar seperti Abraham yang berani keluar dari rumah sendiri, datang ke tempat yang belum mereka kenal dan membaur dengan umat yang ada. Padahal diusia mereka yang masih belia, mereka sudah berusaha untuk mengikuti kegiatan live in.

Kendati cuaca hujan dan udara mulai dingin para misdinar ini tetap melakukan kegiatan sebagaimana yang sudah dijadwalkan. Selesai Misa, para peserta diarahkan untuk menuju venue utama untuk menerima materi dari Frater. Frater-frater yang turut hadir dalam memberikan materi selama 3 hari ialah Frater Delviano Kapele, Frater Dean Rengkung dan Frater Exel. Bukan hanya memberikan materi-materi, para peserta live in juga mengikuti kegiatan out bond. Tak lupa pula, para misdinar untuk mengakhiri hari pertama mereka di tempat live in ditutup dengan doa Taize dan refleksi. Frater yang memberikan renungan pada saat ibadah Taize mengajak peserta live in, untuk menghayati panggilan mereka sebagai pelayan Tuhan dan sesama. Apalagi di tengah tantangan dunia ini yang semakin banyak dengan godaan-godaan praktis. AMDG (bers…..)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini