BerandaBerita KomsosSetelah Bangkit, Mengapa Yesus Tidak Menampakan Diri Kepada Para Iman, Ahli Taurat...

Setelah Bangkit, Mengapa Yesus Tidak Menampakan Diri Kepada Para Iman, Ahli Taurat dan Orang Farisi?

Published on

spot_img

Manado – “Pertanyaan, mengapa Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri kepada para imam yang menghukum mati Dia? Mengapa Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri kepada para ahli Taurat dan kaum Farisi yang memusuhi Dia? Mengapa Yesus tidak memperlihatkan diri kepada para serdadu dan orang banyak yang menghina, menghujat, dan meludahi Dia dalam perjalanan salib-Nya? Mengapa Yesus tidak memperlihatkan luka-luka-Nya kepada mereka yang berkumpul di bait Allah? Mengapa Yesus tidak menampakkan diri kepada Pilatus dan Kayafas yang menjatuhkan hukuman mati bagi-Nya?”

Hal ini diungkapkan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa Kedua, Hari Minggu Paskah III, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Minggu (04/05/2025).

“Jawabannya, karena mereka semua tidak pernah percaya kepada Yesus, mereka menolak Yesus, dan biarpun Yesus bangkit dari mati, mereka akan tetap menolak dan tidak percaya kepada Yesus,” tegasnya.

Lanjut Pastor Yong, maka yang dijumpai Yesus sesudah kebangkitan-Nya ialah mereka yang pernah dekat dan percaya kepada Dia, dan mengikuti Dia, yaitu para murid dan wanita-wanita yang percaya dan mengikuti Yesus sebelum Yesus disalibkan.

Menurut Pastor Yong, bacaan Injil hari menampilkan kisah Rasul Yohanes, penginjil, tentang Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para murid di pantai danau Tiberias. Beberapa murid bersama Petrus berkumpul di sana. Mereka semua pernah dipanggil oleh Yesus menjadi murid-murid-Nya. Tetapi kenyataan penderitaan dan kematian Yesus telah membuat mereka putus asa. Dan mereka mau kembali kepada pekerjaan mereka sebelum dipanggil Yesus. Ketika pertama kali dipanggil Yesus, Yesus mengubah mereka dari pekerjaan penjalan ikan menjadi “penjala manusia” bagi Tuhan. Tapi dalam Injil tadi Petrus ingin kembali menjadi penjala ikan. Petrus, “Aku pergi menangkap ikan”. Dan murid-murid yang lain mengatakan, “Torang ikut”. Artinya, mereka ingin pulang atau kembali ke keadaan seperti sebelum mengikuti Yesus.

“Mengapa begitu? Karena murid-murid ini berada dalam keputusasaan. Mereka putus asa karena Yesus yang mereka ikuti, banggakan, ternyata kalah, disalibkan. Padahal mereka sudah percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Penyelamat Manusia. Harapan mereka ternyata tidak sesuai kenyataan. Mereka kehilangan harapan, mereka putus asa, maka mereka ingin kembali ke rumah masing-masing, kembali bekerja seperti dulu lagi,” jelas Pastor Yong.

“Dalam kondisi seperti itu, Yesus menampakkan diri kepada mereka. Injil hari ini memperlihatkan 2 tahap Yesus memulihkan harapan mereka:

Pertama, dengan mengundang mereka untuk sarapan atau makan bersama, Yesus ingin menyatakan bahwa Dia telah bangkit. Dan peristiwa itu betul-betul meyakinkan para murid bahwa “Itu Tuhan”, Yesus telah kembali seperti dulu lagi, makan dan minum bersama mereka.

Yesus secara khusus memulihkan Petrus yang berada dalam kekecewaan dan putus asa. Cara Yesus memulihkan hubungan kasih mereka dengan bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini”? Yesus bertanya sampai 3 kali, untuk memastikan, bahwa Petrus tidak lagi putus asa, agar Petrus kembali punya iman, harapan dan kasih pada Yesus. Dan Petrus menjawab, “Ya, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Sesudah pemulihan itu, Yesus memberi tugas baru kepada Petrus, “Gembalakanlah domba-domba-Ku”, tutur Pastor Yong.

Pastor Yong menegaskan, kita semua pernah dipanggil mengikuti Yesus melalui sakramen baptisan. Tapi kadang-kadang kita putus asa dan kehilangan harapan. Hari ini Yesus memulihkan iman kita. Yesus juga memberi harapan kepada kita. Pengalaman para murid dan Petrus memberi kekuatan bagi kita, bahwa jika dalam kehidupan kita mengalami keputusasaan, kehilangan harapan, Yesus selalu bisa memulihkan hidup kita. Hal yang terpokok datanglah memenuhi undangan Yesus. Setiap kali ada Ekaristi, Yesus mengundang kita, ‘Marilah dan sarapanlah”. Ekaristi adalah perjamuan yang disediakan Yesus bagi kita. Marilah kita menerima santapan dari Yesus sendiri agar iman kita dikuatkan dan kita memperoleh semangat hidup yang baru.

“Tugas selanjutnya dari kita ialah seperti para Rasul memberikan kesaksian tentang kebangkitan Kristus,” tandasnya.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Waarom worden online casino’s in Nederland steeds aantrekkelijker?

De aantrekkingskracht van online wedden in Nederland ontwikkelt zich enorm snel en aan dit...

Betninja Casino: optimale strategieën voor gevorderde gokliefhebbers

Betninja Casino is gedurende vele jaren een veelgekozen speelomgeving voor spelliefhebbers die doelgericht...

LalaBet Casino: geavanceerde tactieken voor doorgewinterde spelers

LalaBet Casino is al langere tijd een favoriet platform voor gebruikers die meer willen...

En Iyi Slot Versiyonlari dahilinde 7 slots Casino Slot Kilavuzu

Global oyun piyasasinin en saglam noktasi kapasitesindeki 7 slots casino; oyun sahasinda üstün bir...

More like this

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

Menyambut Kristus dalam Ekaristi: Perayaan Komuni Pertama di Paroki St. Ignatius Manado

Manado, 7 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita, haru, dan rasa syukur mewarnai Perayaan...

28 ANAK DI PAROKI KAIWATU “RINTIS JALAN KE SURGA”

KAIWATU – Minggu (8/6/2026) bagi sebagian besar umat Katolik adalah hari ke Gereja. Bagi...