BerandaBerita KomsosUmat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI Diingatkan Terus Perbarui Iman Baptisan

Umat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI Diingatkan Terus Perbarui Iman Baptisan

Published on

spot_img

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Prapaskah III di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, Minggu (08/03/2026), Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu mengingatkan umat untuk terus memperbarui iman melalui makna baptisan. 

Dalam homilinya, Pastor yang akrab disapa Pastor Angki Runtu menekankan bacaan Injil Yohanes 4:5–42 tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur. Pastor Angki menegaskan bahwa perjalanan hidup orang beriman pada akhirnya mengarah pada perjumpaan abadi dengan Allah. 

Ia menjelaskan bahwa puncak perjalanan iman itu dirayakan secara penuh dalam malam Paskah melalui rangkaian ritus lengkap Gereja Katolik, yakni liturgi cahaya, liturgi sabda, liturgi baptis, dan liturgi ekaristi. Menurutnya, Malam Paskah merupakan perayaan iman yang menegaskan kembali identitas umat sebagai anak-anak Allah melalui baptisan.

Mengacu pada kisah Injil tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur, Pastor Angki mengingatkan bahwa sumur pada masa itu menjadi sumber kehidupan bersama bagi masyarakat. “Karena itu, sumur dijaga bersama, karena menjadi kebutuhan bersama, menjadi tempat perjumpaan dalam kehidupan sosial,” tutur Pastor Angki Runtu.

Menurutnya, dialog antara Yesus dan perempuan Samaria menunjukkan bahwa pertobatan tidak hanya soal puasa dan pantang, tetapi juga lahir dari perjumpaan dan percakapan yang membawa perubahan hidup. “Pertobatan bukan hanya soal puasa dan pantang, tetapi pertemuan, perjumpaan, diskusi, percakapan dengan orang yang bisa membuat orang lain berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung makna Aksi Puasa Pembangunan (APP) sebagai wujud pertobatan nyata. Pengampunan, kata Pastor Angki, tidak hanya terjadi karena seseorang meminta ampun, tetapi juga karena kesediaan untuk mengampuni orang lain dan memberi ruang bagi sesama untuk menjadi lebih baik dalam arti bertobat.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa simbol air dalam kisah Injil menggambarkan kehidupan yang kekal. Karena itu umat diajak untuk merenungkan kembali apakah rahmat baptisan yang pernah diterima masih menghidupi kehidupan iman atau justru mulai “tersumbat” oleh dosa dan sikap acuh terhadap sesama.

Menutup homilinya, Pastor Angki mengajak umat memanfaatkan masa Prapaskah sebagai kesempatan memperbarui iman. Melalui pertobatan, dialog, dan sikap saling mengampuni.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

En Iyi Slot Versiyonlari dahilinde 7 slots Casino Slot Kilavuzu

Global oyun piyasasinin en saglam noktasi kapasitesindeki 7 slots casino; oyun sahasinda üstün bir...

Alles over gokken zonder Cruks-koppeling

Een erkend casino zonder Cruks opent de deur voor Nederlandse gokkers de ruimte om...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...

More like this

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

Menyambut Kristus dalam Ekaristi: Perayaan Komuni Pertama di Paroki St. Ignatius Manado

Manado, 7 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita, haru, dan rasa syukur mewarnai Perayaan...

28 ANAK DI PAROKI KAIWATU “RINTIS JALAN KE SURGA”

KAIWATU – Minggu (8/6/2026) bagi sebagian besar umat Katolik adalah hari ke Gereja. Bagi...