Manado – “Marilah kita mewartakan mengikuti teladan St Petrus dan Paulus untuk memelihara iman kita dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Wartakanlah Injil melalui kesaksian hidupmu,”
Hal ini ditegaskan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa kedua, jam 09.00 Wita, Hari Raya St Petrus dan St Paulus, Rasul, bertempat di Gedung Gereja St Mikael, Minggu, (29/06/2025).
Menurut Pastor Yong, hari ini kita belajar dari Rasul Petrus dan Paulus yakni hidup kita sebagai pengikut Kristus haruslah berakar dalam iman yang mendalam dan kuat, bahwa Yesus adalah Mesias, Putra Allah, Penyelamat kita.
“Iman kita kadang-kadang goyah, dan kita jatuh dalam dosa. Tetapi Yesus selalu bisa memulihkan hidup kita,” tuturnya.
Pastor Yong menyatakan, atas dasar iman itu kita mewartakan Injil dan memberi kesaksian tentang Kristus. Kita rela menanggung penderitaan dan pengorbanan diri demi Kristus dan Injil-Nya.
“Kita juga belajar bahwa cara mewartakan Injil itu berbeda-beda, menurut panggilan hidup, kedudukan dan kemampuan,” urainya.
Diawal renungannya Pastor Yong mengungkapkan, sekitar peristiwa meninggalnya Paus Fransiskus dan pengangatan Paus Leo XIV, mencuat satu perbedaan antara Gereja Katolik dan Gereja-gereja Protestan. Perbedaan itu terletak pada kedudukan Paus sebagai pengganti atau penerus St Petrus. St Petrus adalah Paus yang pertama, dan Paus Leo XIV adalah Paus yang ke-267. Gereja kudus mengajarkan kepada kita, bahwa Gereja Katolik merupakan Gereja yang apostolik, dalam arti berpangkal dan berakar pada ajaran para Rasul, teristimewa Rasul Petrus dan Paulus. Basilika St Petrus didirikan di atas makam St Petrus, sedangkan makam St Paulus juga ada di luar tembok kota Roma lama.
“Artinya, baik St Petrus maupun St Paulus menjadi dasar Gereja Katolik yang satu kudus, Katolik dan apostolik. (Tetapi Gereja Katolik Roma bukan satu-satunya Gereja yang apostolik: Ada juga Gereja lain: Gereja Asiria (Iran, Irak: Rasul Thomas, Gereja Ortodoks Oriental di Alexandria (Gereja Koptik: Rasul Markus), Gereja Ortodoks Timur berbahasa Yunani: Rasul Yakobus),” ujarnya.
Pastor Yong menyatakan, tanda paling jelas dari Paus di Roma sebagai penerus Rasul Petrus adalah apa yang kita dengar dalam Injil tadi. Yesus menyerahkan kunci kerajaan Allah kepada Petrus dengan kuasa untuk menggembalakan Gereja. Penyerahan kunci kerajaan surga itu hanya terjadi setelah pengakuan iman Petrus kepada Yesus. “Engkaulah Mesias, Putra Allah yang hidup”.
“Di atas iman Petrus itu, Yesus mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya. Artinya, Gereja tidak akan punah, iman Gereja akan kokoh. Walaupun anggota Gereja berdosa, tapi Gereja sebagai satu persekutuan akan tetap ada. Petrus sendiri pernah menyangkal Yesus, tapi kemudian ia dipulihkan dan kembali dipercayakan Yesus untuk menggembalakan Gereja. “Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yoh. 21:15-19),” jelasnya.
Pastor Yong menyampaikan, Paulus punya nama asli: Saulus, seorang Farisi, ahli Taurat, dan penganiaya pengikut Yesus. Tetapi Yesus menangkapnya dan menjadikannya Rasul. Paulus berkata, “Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Keyakinan ini membuat Paulus menjadi pewarta Injil yang luar biasa.
“Kesamaan antara Petrus dan Paulus adalah mereka memiliki iman yang kuat dan kokoh akan Yesus Kristus. Dengan iman itu mereka mewartakan Injil. Mereka banyak menderita demi Injil dan Yesus. Mereka pernah menyangkal Yesus, tapi mereka bertobat dan dipulihkan. Mereka akhirnya menjadi martir di Roma. Jadi, atas cara yang berbeda, mereka mengikuti Yesus, mewartakan Injil, dan mempersatukan umat,” tandasnya.
Berikut ini, jadwal dan Selebran Misa pertama, jam 07.00 Wita, Selebran Pastor Paroki St Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) dan Misa ketiga, jam 18.00 Wita, Pastor RD Theodorus Michael Palit (Theo).
Petugas liturgi pada Misa kedua, Hari Raya St Petrus dan St Paulus dari WKRI Ranting St Lucia.(man repi)
