BerandaBerita KomsosYang Diucapkan Mulut Meluap Dari Hati, Menjaga Hati dan Menilai Orang Lain

Yang Diucapkan Mulut Meluap Dari Hati, Menjaga Hati dan Menilai Orang Lain

Published on

spot_img

Manado – “Semoga kita menjadi pohon yang baik, sehingga orang lain selalu menemukan kebaikan pada diri kita, yaitu pada perkataan dan perbuatan kita,”

Hal ini diungkapkan Selebaran Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa kedua (jam 09:Wita), Hari Minggu Biasa VIII, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Minggu, (02/03/2025).

Dalam suatu kegiatan rekoleksi anak-anak muda, pastor pembimbing rekoleksi minta anak-anak peserta untuk menulis tentang: siapakah orang dalam keluargamu yang anda anggap paling baik. Dan siapakah orang di sekolahmu yang anda anggap paling baik.

Juga sebaliknya, siapakah orang dalam keluargamu yang anda anggap paling mengecewakan. Dan siapakah orang di sekolahmu yang anda anggap paling mengecewakan?

“Masing-masing anak mempunyai daftar tersendiri. Kemudian, pastor pembimbing bertanya, apa sebabnya anda menyebut si A baik dan si B mengecewakan dan dianggap jahat? Di sini kebanyakan anak memberikan jawaban yang hampir sama: karena bicaranya menyenangkan, karena perbuatannya baik dan membantu; atau karena perkataannya menyakitkan dan menyinggung, karena perbuatannya membuat saya malu,” tutur Pastor Yong.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang cara Tuhan menilai manusia. Tuhan menilai manusia dari hati, karena semua perkataan dan perbuatan muncul dari hati.

““Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Barang yang baik adalah perkataan dan perbuatan; barang yang jahat adalah juga perkataan dan perbuatan. Semuanya itu muncul dari hati,” ujarnya.  

Perkataan dan perbuatan kita adalah bagaikan buah yang muncul dari pohonnya. Pohon itu adalah hati. Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.

“Apa yang mesti kita lakukan? Yesus mengingatkan kita untuk menjaga perkataan dan perbuatan kita; tetapi lebih daripada kita menjaga hati kita agar bersih dari segala sesuatu yang buruk. Baiklah kita mengisi hati kita dengan hal-hal yang baik. Ada 2 cara menjaga hati: 1) sering merenung atau menyelidiki apa yang ada di hati kita, apakah saya tulus, apakah saya iri hati, apakah saya marah, apakah saya jujur? 2) mintalah rahmat Allah untuk membersihkan hatimu: Tuhan ampunilah saya. Tuhan bersihkanlah hati dan pikiranku,” urainya.

Menurut Pastor Yong, kita mudah sekali melihat hal buruk pada orang lain. Tetapi jika kita selalu cenderung melihat keburukan atau kekurangan orang, maka sesungguhnya pada kita sendiri pun ada banyak hal yang buruk dan kekurangan. Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita untuk fokus pada kebaikan. Lihatlah apa yang baik pada orang lain, maka sikap dan perkataan kita juga akan cenderung baik. Orang yang selalu melihat kebaikan orang lain, tidak adakan membesarkan kekurangan/keburukan orang lain.

“Baiklah kita juga membiasakan anak-anak kita agar memiliki hati yang baik, mengucap-kan kata-kata yang terpuji, dan melakukan kebaikan bagi saudara atau temannya,” tandas Pastor Yong.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...

Paus Leo XIV Ajak Umat Berdoa untuk Perlucutan Senjata dan Perdamaian

Umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk mendoakan perdamaian dan perlucutan senjata sebagai intensi...

More like this

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...