BerandaBerita KomsosYesus Kristus Raja Semesta Alam, Pastor Yong: Kita Bertemu Yesus Dalam Ekaristi...

Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Pastor Yong: Kita Bertemu Yesus Dalam Ekaristi & Sesama Yang Tak Berdaya

Published on

spot_img

Manado – Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam dengan selebran Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), bertempat di Gedung Gereja Paroki St Mikael Perkamil, Minggu (26/11/2023).

Misa yang dipimpin Pastor Yong ini merupakan yang kesekian kali setelah menjalani operasi di Manado dan diluar daerah.

Dalam homilinya, Pastor Yong mengatakan, kerajaan Yesus tidak terbatas, tidak seperti kerajaan duniawi dan kekuasaan Yesus melampaui semua raja duniawi.

“Yesus tidak bersaing dengan raja-raja duniawi, tapi dalam Injil tertulis Herodes ketakutan dengan bayi Yesus,” jelasnya.

Yesus adalah Tuhan sebagai raja sekaligus gembala. Gembala yang baik, yang hilang dicari, yang lemah dikuatkan. Yesus memperhatikan semua orang.

“Tuhan Yesus meski memiliki kekuasaan yang tak terbatas tapi selalu berada dekat dengan kita,” tandasnya.

Yesus sebagai raja juga peduli kepada manusia, mereka yang miskin, telanjang, orang asing, dalam tekanan dan penjara.

“Yesus sebagai raja hadir dalam diri manusia yang kurang diperhatikan, yang kita lakukan untuk orang yang tak berdaya, perhatian yang sama kita dilakukan untuk Yesus sendiri,” tegasnya.

Beberapa pembelajaran yang diadakan Tuhan Yesus bahwa, kita dinilai dari perbuatan kita, jika iman tidak disertai dengan perbuatan pada hakekatnya mati.

Dicontohkan dua orang kudus, Santo Martinus dan Santa Theresa dari Kalkuta yang melakukan perbuatan baik kepada sesama manusia terutama yang tidak diperhatikan dan tak berdaya.

“Merayakan hari raya Kristus Raja Semesta Alam, harus diisi dengan semua kepedulian yang kita lakukan dan untuk masuk surga ditentukan oleh perbuatan kasih yang mengalir dari hati kita,” ajaknya.

Menurut Pastor Yong, ada 2 cara bertemu Kristus, yakni pertama dalam liturgi merayakan dan mensyukuri iman kita serta menerima Sakramen Ekristi.

“Yang kedua, perbuatan yang kita lakukan untuk sesama yang tidak diperhatikan dan tak berdaya, itu juga kita lakukan untuk Yesus sendiri,” ujarnya.

Dalam perbuatan baik membuahkan yang baik. Juga melakukan yang terbaik dalam keluarga kita masing-masing.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Alles over gokken zonder Cruks-koppeling

Een erkend casino zonder Cruks opent de deur voor Nederlandse gokkers de ruimte om...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

More like this

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

Menyambut Kristus dalam Ekaristi: Perayaan Komuni Pertama di Paroki St. Ignatius Manado

Manado, 7 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita, haru, dan rasa syukur mewarnai Perayaan...

28 ANAK DI PAROKI KAIWATU “RINTIS JALAN KE SURGA”

KAIWATU – Minggu (8/6/2026) bagi sebagian besar umat Katolik adalah hari ke Gereja. Bagi...