Doa Angelus adalah doa tradisional dalam Gereja Katolik yang dipanjatkan untuk menghormati inkarnasi Tuhan Yesus Kristus, diyakini telah dimulai pada abad ke-13, dan Paus Urban II (1088-1099) atau Paus Yohanes XXII (1316-1334) sering dikaitkan dengan promosi doa ini.
Namun, tradisi doa Angelus seperti yang kita kenal sekarang lebih erat kaitannya dengan Paus Gregorius XIII (1572-1585) dan Paus Benediktus XIV (1740-1758) yang mempromosikan dan mengatur penggunaannya.
Adapun Doa Angelus terdiri atas tiga bagian, yaitu:
- Salam Malaikat Gabriel kepada Maria (Lukas 1:28)
- Jawaban Maria kepada Tuhan (Lukas 1:38)
- Doa untuk meminta rahmat dan perlindungan Tuhan
Doa ini dipanjatkan pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00 sebagai pengingat akan misteri inkarnasi dan biasanya dipanjatkan dengan menggunakan lonceng gereja sebagai tanda waktu doa.
Sementara, Doa Ratu Surga (Regina Caeli) diyakini telah dimulai pada abad ke-12 atau ke-13. Doa ini awalnya digunakan sebagai antifon penutup dalam ibadat harian, terutama selama masa Paskah. Namun, kini didoakan mulai hari setelah Minggu Paskah hingga Minggu Pentakosta.
Doa Ratu Surga mulai digunakan secara luas pada abad ke-17 dan ke-18, dan menjadi bagian dari tradisi doa Katolik yang umum dipanjatkan selama masa Paskah, menggantikan doa Malaikat Tuhan (Angelus) pada waktu tertentu.
Paus Urban IV (1261-1264) dan Paus Gregorius XIII (1572-1585) juga berperan dalam mempromosikan doa ini. Namun, tanggal pasti kapan doa ini dimulai tidak dapat dipastikan dengan jelas.
Berikut untaian Doa Angelus:
℣. Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan
℟. bahwa ia akan mengandung dari .
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah , doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin.
℣. Aku ini hamba Tuhan,
℟. terjadilah padaku menurut perkataanmu.
Salam Maria….
℣. Sabda sudah menjadi daging,
℟. dan tinggal di antara kita.
Salam Maria….
℣. Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
℟. supaya kami dapat menikmati janji Kristus.
Marilah berdoa:
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.
℟: Amin.
Berikut ini untaian Doa Ratu Surga:
Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya.
Sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya.
Telah bangkit seperti yang disabdakan-Nya, Alleluya.
Doakanlah kami pada Allah, Alleluya.
Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya.
Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya.
Marilah berdoa :
Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan PutraMu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami.
Amin.
Referensi: Ketekismus Gereja Katolik, dan berbagai sumber Gereja Katolik
