MANADO – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari di Roger’s Hotel Manado, dimulai Sabtu (8/8/2026). Acara ini dibuka secara resmi oleh Olfi Mamarodia yang mewakili Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulut.
Pembukaan Rakerda dihadiri oleh para ketua dan utusan LP3KD dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara, menandakan kekompakan pengurus dalam menyambut kegiatan yang mengangkat tema “Berjalan Bersama untuk Suksesnya Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara”.
Dalam sambutannya, Mamarodia mengimbau seluruh pengurus LP3KD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar tetap menjaga soliditas dan terus memperkuat sinergi. Ia menyebut bahwa selama ini organisasi tersebut telah menunjukkan kekompakan yang baik, dan berharap hal itu terus dipertahankan.

Ia juga mendorong LP3KD untuk terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat Sulut akan menjadi tuan rumah Pesparani Nasional pada 2027 mendatang. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap LP3KD perlu dibalas dengan dukungan serupa dari LP3KD terhadap program-program pemerintah, agar penyelenggaraan Pesparani Nasional 2027 dapat berjalan sukses dan Sulut bisa meraih predikat juara umum.
Mamarodia turut mengingatkan peran penting LP3KD sebagai wadah pembinaan iman dan pengembangan kreativitas umat Katolik, sembari mengajak seluruh pihak untuk tetap solid menghadapi berbagai tantangan ke depan. Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur, memberikan dukungan penuh terhadap persiapan Pesparani Nasional IV 2027.
15 Kabupaten/Kota Sudah Bentuk LP3KD
Ketua Harian LP3KD Sulut, Janny Kopalit, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, hampir seluruhnya sudah membentuk kepengurusan LP3KD. Hanya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang masih menunggu penerbitan surat keputusan dari pemerintah setempat.

Kopalit menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus LP3KD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah membangun sinergi selama ini. Dukungan dari unsur eksekutif dan legislatif, khususnya dalam hal anggaran, dinilainya sangat menentukan kesuksesan penyelenggaraan Pesparani.
Ia juga mengapresiasi arahan Ketua Umum LP3KD Sulut, Wenny Lumentut, yang menegaskan tiga target utama dalam persiapan Pesparani Nasional 2027, yakni suksesnya penyelenggaraan, suksesnya lomba, dan suksesnya pertanggungjawaban.
Seleksi Terbuka, Gubernur Ikut Jadi Tim Seleksi
Untuk meraih hasil terbaik di Pesparani Nasional 2027, Kopalit mengungkapkan bahwa LP3KD akan melakukan proses seleksi peserta secara terbuka di seluruh kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk mewakili Sulut terbuka bagi seluruh umat Katolik yang memenuhi kategori lomba yang ditentukan.

Hal menarik yang disampaikan Kopalit, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen (Purn) Yulius Selvanus dikabarkan akan turut serta menjadi bagian dari tim seleksi tersebut. Menurutnya, ini menunjukkan perhatian serius orang nomor satu di Sulut terhadap persiapan daerah sebagai tuan rumah Pesparani Nasional 2027, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menyukseskan acara dan meraih gelar juara umum.
Pesparani sebagai Sarana Pembinaan Iman dan Kerukunan
Pastor Moderator LP3KD Sulut, RD. Paulus Joseph Mentang, Pr., menyampaikan bahwa misi utama LP3KD saat ini adalah menghadirkan Sulut sebagai tuan rumah yang ramah sekaligus menampilkan kontingen yang berkualitas dan berprestasi. Ia mengaitkan tema Rakerda dengan filosofi kearifan lokal “Sitou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan sesama.

Menurutnya, Pesparani menjadi momentum bagi Sulawesi Utara untuk membuktikan diri sebagai contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Pesparani bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana pembinaan iman melalui seni liturgi dan budaya, sehingga seluruh proses persiapannya perlu dilandasi semangat pelayanan, doa, dan kebersamaan.
Sementara itu, Sekretaris Umum LP3KD Sulut yang juga menjabat sebagai Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sulut, Joula P. Makarawung, mengajak seluruh peserta Rakerda untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan evaluasi program. Ia berharap semangat kebersamaan bisa diwujudkan dalam langkah-langkah kerja yang nyata dan terukur.

Diisi Evaluasi Program dan Penguatan Tim
Usai sesi pembukaan, agenda Rakerda dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi program dari LP3KD provinsi maupun kabupaten/kota. Selain membahas program dan aspek teknis pembinaan, rangkaian Rakerda selama dua hari ini juga diisi dengan sesi penguatan spiritualitas dan pelatihan dinamika tim, sebelum ditutup dengan Perayaan Ekaristi.
