BerandaBerita Komsos219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

Published on

spot_img

Komsos Manado – Sebanyak 219 peserta ambil bagian dalam kegiatan Bible Camp Siswa (BCS) XIX Keuskupan Manado yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Pasar Tematik Tongkaina, Manado. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado ini menjadi wadah pembinaan bagi kaum muda dan remaja Katolik tingkat SMA/SMK untuk semakin mencintai Kitab Suci sekaligus dipersiapkan menjadi fasilitator kerasulan Kitab Suci di lingkungan mereka.

Dengan mengusung tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi: Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu” (Za. 1:3), para peserta diajak untuk memperbarui hubungan mereka dengan Tuhan, sesama, dan diri sendiri. Tema ini dipilih sebagai jawaban atas tantangan kehidupan kaum muda masa kini yang semakin akrab dengan dunia digital, namun sering kali kehilangan kedalaman relasi dan kehadiran nyata dalam kehidupan sehari-hari.

image2

Kegiatan BCS XIX diikuti oleh 104 peserta dari 18 sekolah, didampingi oleh 8 guru pendamping, 55 panitia siswa, 22 fasilitator muda, 7 relawan, serta 23 frater MSC. Sekolah-sekolah peserta berasal dari berbagai wilayah di Keuskupan Manado, mulai dari Manado, Tomohon, Bitung, Kotamobagu, hingga Amurang. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menjadikan BCS sebagai ajang perjumpaan, persaudaraan, dan penguatan iman bagi generasi muda Katolik.

Kegiatan ini dikoordinir oleh para frater MSC bersama para alumni BCS yang kini terlibat sebagai panitia, fasilitator, dan relawan. Melalui pola regenerasi ini, para peserta tidak hanya belajar mendalami Kitab Suci, tetapi juga memperoleh pengalaman berorganisasi, kepemimpinan, dan pelayanan. Pendekatan ini menjadi salah satu kekuatan BCS yang terus menjaga keberlanjutan semangat kerasulan Kitab Suci di kalangan kaum muda.

image3

Selama tiga hari, para peserta mendalami Kitab Suci melalui metode Seven Steps Method yang dipadukan dengan suasana perkemahan. Selain sesi pendalaman Kitab Suci dan sharing kelompok, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan rohani dan pengembangan diri seperti biblio drama, meditasi, Taizé, ibadat sabda, doa bersama, konseling, sakramen tobat, outbound, serta berbagai materi yang sarat dengan nilai moral dan spiritual. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk semakin mengenal, menghayati, dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi materi, RP. Jackry Tamboto MSC mengajak para peserta belajar dari kisah Anak yang Hilang (Luk. 15:11–32) untuk semakin peka terhadap dinamika batin dan membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan. Sementara itu, RP. Hermas Asumbi MSC menegaskan pentingnya mendalami Kitab Suci sebagai sumber kekuatan dan pedoman hidup bagi kaum muda Katolik. Pesan yang ditekankan sepanjang kegiatan adalah pentingnya kehadiran yang nyata, mendengarkan suara Tuhan, dan membangun relasi yang sehat di tengah dunia yang semakin dipenuhi distraksi digital.

image4

Bible Camp Siswa XIX diawali dengan Ibadat Sabda yang dipimpin oleh Fr. Stevanus Wohon MSC dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado, RP. Hermas Asumbi MSC. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, para peserta tidak hanya diperkaya secara rohani, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang mampu membangun komunitas yang solid, berakar pada iman Katolik, serta siap menjadi saksi Sabda Tuhan di tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Bible Camp Siswa bukan sekadar perkemahan rohani, tetapi sebuah perjalanan iman yang menolong kaum muda menemukan kembali kehadiran Tuhan dan membangun relasi yang lebih mendalam dengan-Nya.”(Fr. Edy Suprianto MSC)

KONTEN POPULER

Latest articles

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

More like this

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...