52 Anak Menyambut Tubuh dan Darah Kristus

0
329

Komuni Pertama merupakan salah satu kesempatan paling suci dan terpenting dalam kehidupan seorang Katolik. Momen ini adalah pertama kalinya seseorang menerima Sakramen Ekaristi Kudus, yang merupakan makanan rohani berupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan. Umat Katolik percaya waktu roti dan anggur di-konsekrasikan, akan berubah menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus. Kebanyakan anak-anak Katolik menerima Komuni Pertama mereka ketika berusia 8 atau 9 tahun.

Untuk dapat menerima Sakramen Komuni Pertama, sebagai salah satu dari tiga sakramen inisiasi maka orang yang akan menerima Sakramen Ekaristi untuk pertama kali perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Komuni Pertama merupakan perayaan penerimaan Sakramen Ekaristi untuk pertama kali.

Salah satu syarat untuk Komuni Pertama ialah telah dibaptis. Setelah memenuhi syarat tersebut, maka seorang anak akan dipersiapkan lewat katekumenat atau masa persiapan atau pembinaan pada waktu yang sudah ditentukan. Pada masa pembinaan ini anak-anak yang akan menerima komuni, mendapatkan pengajaran dan pembinaan. Materi dan pembinaan meliputi ajaran gereja dan  seputar liturgy Perayaan Ekaristi.

Anak-anak yang menerima Komuni Pertama diajarkan dengan sungguh-sungguh bagaimana menerima atau menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Bukan hanya itu, mereka diajarkan setelah menyembut Tubuh dan Darah Kristus, apa yang harus mereka lakukan, misalnya berdoa ketika sampai di bangku tempat duduk.

Hari ini minggu 9 Juli 2023, sebanyak 52 anak yang berusia Sembilan tahun keatas menerima Komuni Pertama di Gereja Katolik St. Ignatius Manado. Dimana Komuni Pertama ini bagi orang Katolik sendiri merupakan sebuah peristiwa besar yang ditandai dengan menyambut Tubuh dan Darah Yesus Kristus dalam bentuk Hosti Kudus.

Setelah melewati masa pembinaan dan persiapan, akhirnya ke-52 anak ini secara resmi menyambut Tubuh dan Darah Kristus pada setiap Perayaan Ekaristi. Ini merupakan dambaan dari setiap anak-anak Katolik.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Damianus Yangko Alo, Pr selaku Pastor Paroki St. Ignatius Manado berjalan dengan penuh khidmat. Dalam renungannya Pastor mengajak anak-anak yang akan menyambut Tubuh dan Darah Kristus untuk selalu bersyukur. Karena Tuhan mengasihi orang-orang yang tidak sombong, sederhana dan kecil. Pastor juga mengajak anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama untuk bersahabat selalu dengan Tuhan. Kalau ada masalah, merasa sedih, putus asa, datang kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberi kelegaan dan ketenangan.

Selain itu juga setelah menerima Komuni Pertama, anak-anak perlu menyadari kesucian dan kekudusan Hosti yang disambut. Menjaga diri dan hati kita agar kudus, hidup benar, menghormati orangtua, kaka dan adik, serta saudara-saudari.

Pastor menegaskan pula untuk menjaga kesucian dan kekudusan itu, maka perlu beberapa hal, Pertama; berdoa dan bersyukur. Jangan setelah komuni pertama sudah tidak datang lagi ke gereja untuk berdoa, jadi malas mengikuti kegiatan. Kedua; menjadi Rasul Ekaristi, dengan kata lain ketika rajin memimpin ibadah terlebih Pastor mengajak untuk menjadi pelayan altar atau Misdinar. Semoga ke-52 anak ini yang menyambut Tubuh dan Darah Yesus Kristus menjadi anak-anak yang baik, dalam studi, keluarga, masyarakat dan terlebih Gereja sendiri. Demi Kemuliaan Tuhan yang Semakin Besar.

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini