BerandaRenunganRenungan harian: sabtu, 09 September: Fokus pada Tuhan

Renungan harian: sabtu, 09 September: Fokus pada Tuhan

Published on

spot_img

Sabtu, Pekan Biasa XXII

Bacaan 1 : Kol 1:21-23 Mazmur : Mzm 54:3-4.6.8 Injil : Luk 6:1-5

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Para murid memetik bulir-bulir gandum, menggisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Maka Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikut-Nya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.” Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Demikianlah Injil Tuhan.

img 5785Sudaraku, Sabat (Ibrani: shabbath) dimulai Jumat sore (matahari terbenam) sampai Sabtu sore (matahari terbenam). Bagi orang Yahudi inilah hari istirahat; orang diminta berhenti bekerja sebagaimana Allah yang berhenti dari segala pekerjaan ciptaan yang telah dibuat-Nya (lih. Kej 2:2-3; Kel 20:11).

Namun demikian, berhenti bekerja atau istirahat tidak berarti orang tidur-tiduran. Berhenti dari aktivitas rutin sebenarnya supaya orang boleh fokus pada Tuhan dalam doa dan ibadah. Karena itu Yesus mengatakan bahwa Hari sabat dibuat untuk manusia bukan untuk Tuhan. (Mrk 2:27). Sementara Yesus sendiri adalah Tuhan. Dialah Tuhan yang mengatasi ruang dan waktu.

Kalau inti Hari sabat Adakah fokus pada Tuhan maka mestinya Yesus yang adalah representasi Allah harus menjadi pusat dari Hari sabat, bukan harus taat pada aturan-aturan Hari sabat yang diperuntukkan bagi manusia.

Saudaraku, kebiasaan Hari Sabat sebenarnya memberi kita pelajaran berharga bahwa sebagai manusia yang dibatasi ruang dan waktu kita butuh bantuan untuk selalu fokus pada Tuhan. Kerap kita kurang bahkan tidak fokus pada doa, ibadah dan bakti pada Tuhan. Padahal kita dipanggil bukan hanya untuk menjalankan aturan aturan tetapi berjumpa dan melayani Tuhan yang bangkit.

Saudaraku, marilah kita makin fokus pada Tuhan bukan hanya demi menaati aturan aturan tetapi sungguh menjumpai pribadi Yesus, yang melampaui ruang dan waktu berkat kebngkitannya.

Selamat berweekend.

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...