BerandaSanto-SantaSanto Romualdus

Santo Romualdus

Published on

spot_img

Romualdus lahir pada tahun 952. Keluarganya, sebuah keluarga bangsawan yang kaya. Sergius, ayahnya adalah seorang pangeran dari Ravenna. Keinginannya untuk menjalani kehidupan tapa yang jauh dari keramaian dunia berawal dari peristiwa pembunuhan seorang saudara oleh ayahnya karena perselisihan harta warisan.
Untuk memenangkan batinnya, ia melarikan diri dari rumah dan masuk sebuah biara yang ada di daerah itu. Selama delapan tahun di biara itu ia berdoa dan bermatiraga di bawah bimbingan Marinus, seorang pertapa saleh. Bimbingan Marinus berangsur-angsur mengembangkan kepribadian Romualdus hingga menjadi seorang biarawan dan pertapa yang saleh. Kemudian bersama Marinus, Romualdus merencanakan pendirian sebuah pertapaan.
Menyaksikan kemajuan hidup rohani Romualdus, ayahnya Sergius bertobat, bahkan ingin juga menjalani kehidupan tapa seperti anaknya. Maka ia masuk biara San Severo yang terletak di dekat Ravenna.
Romualdus menghabiskan waktu 30 tahun lamanya di Italia untuk mendirikan pertapaan dan biara, sambil tetap berdoa, bermatiraga dan bekerja keras. Meski hidup rohaninya tampak sangat mantap, namun ia sama sekali tidak lepas dari cobaan-cobaan. Selama suatu kurun waktu yang lama, ia merasakan suatu kekeringan rohani yang amat dalam. Ia merasa ditinggalkan Allah.
Namun Tuhan sama sekali tidak meninggalkan dia. Pada suatu hari ketika ia sedang mendaraskan Mazmur yang berbunyi: “Aku akan memberikan engkau pengertian dan akan mengajarimu”, ia merasakan sentuhan rahmat Allah yang membangkitkan lagi semangat rohaninya. Tiba-tiba seberkas cahaya Ilahi yang terang-benderang menampakkan diri padanya. Roh Allah kembali berdiam dalam hatinya. Semenjak itu Tuhan tidak meninggalkan dia lagi. Ia kembali bekerja dengan semangat. Ia dianugerahi kemampuan maramalkan apa yang akan terjadi dan kemampuan memberi bimbingan rohani kepada orang-orang yang datang kepadanya.
Lebih dari itu, ia ingin sekali agar bisa menghadapi kematiannya sebagai martir. Untuk itu ia berangkat ke Hongaria untuk mewartakan Injil setelah mendapat restu dari Sri Paus. Tetapi setibanya di Hongaria, ia jatuh sakit. Ia kembali lagi ke Italia. Setelah sembuh, ia berziarah ke berbagai tempat.
Biara Kamalduli yang didirikannya di dekat kota Febriano berpengaruh besar di kalangan umat. Hampir saja Raja Otto III menjadi anggota biaranya, Romualdus meninggal dunia pada tahun 1027.

KONTEN POPULER

Latest articles

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...

BATAHA SANTIAGO: SANG RAJA MANGANITU YANG MEMILIH MATI DARI PADA TUNDUK KEPADA PENJAJAH

Sejarah, Perjuangan, dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Raja Bataha Santiago Tahuna – Bataha Santiago merupakan salah satu...

Makam Bataha Santiago Jadi Ruang Refleksi Kerahiman Allah dalam Peringatan Arwah

Tahuna – Kerahiman Allah menjadi inti refleksi dalam homili Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul...

More like this

Santo Bonaventura: Ketika Ilmu Pengetahuan Menjadi Jalan Menuju Kekudusan

Tahuna – Setiap tanggal 15 Juli, Gereja Katolik mengenangkan Santo Bonaventura, seorang uskup, teolog,...

Santa Maria Goretti: Kesucian, Keberanian dan Pengampunan yang Mengubah Dunia

TAHUNA – 6 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang Santa Maria...

Santo Thomas Rasul: Dari Keraguan Menuju Pengakuan Iman yang Mengubah Dunia

Bolaang Mongondow Timur – 3 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang...