BerandaSanto-SantaSanto Bernardinus Realino, Pengaku Iman

Santo Bernardinus Realino, Pengaku Iman

Published on

spot_img

Bernardinus lahir di Carpi, lembah sungai Po, Italia Utara pada tahun 1530. Setelah belajar ilmu kedokteran dan hukum, ia berturut-turut diangkat sebagai walikota di Fellizano, jaksa di Aleksandria dan sekretaris kedutaan Napoli.

Setelah Kloside, istrinya meninggal dunia, ia berkenalan dengan Serikat Yesus di Napoli. Perkenalan itu berawal dari khotbah-khotbah seorang imam Yesuit yang diikutinya dengan rajin. Khotbah-khotbah ini sungguh menarik sehingga ia memutuskan untuk lebih memperhatikan kehidupan rohaninya. Keputusan ini semakin diperkuat oleh penampakan istrinya sebanyak tiga kali dengan pesan supaya ia meninggalkan karier duniawinya. Pesan istrinya itupun kemudian dikuatkan lagi oleh penampakan Bunda Maria padanya.

Terdorong oleh hal-hal diatas, Bernardinus memutuskan untuk mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Serikat Yesus. Permohonannya diterima dan setelah mengikuti suatu pendidikan khusus, Bernardinus ditabhiskan menjadi imam. Selama beberapa tahun ia bekerja di Napoli. Sifatnya yang sopan dan ramah, penuh cinta dan pengertian kepada umatnya menyebabkan dia sangat dicintai oleh umat Napoli. Umat dengan berat hati melepaskan dia ketika dia dipindahkan ke Lecce, Propinsi Apulia, untuk mendirikan sebuah Kolose. Di Kolose Yesuit ini, Bernardius memberi kuliah filsafat dan teologi. Hingga akhir hidupnya dalam masa kerja selama 42 tahun, Bernardius menetap di Lecce.

Sebagaimana di Napoli, di Lecce pun Bernardinus sungguh dicintai. Ia menampilkan diri sebagai seorang pewarta iman yang tangguh, pengkhotbah ulung, pembimbing rohani dan bapa pengakuan yang disenangi umat. Kemasyuran namanya bukan saja karena gaya kepemimpinannya yang penuh kesabaran, pengertian dan cinta, tetapi juga lebih-lebih karena kesalehan hidupnya dan mukzijat-mukzijat penyembuhan yang dilakukannya.

Bernardinus sangat akrab dengan anak-anak dan muda-mudi. Ia menjadi penolong dan penghibur yang tidak kenal lelah bagi orang-orang yang malang. Ketika ajalnya mendekat, walikota Lecce mengumpulkan semua pembantunya dan pemimpin-pemimpin masyarakat setempat untuk berdoa bagi keselamatan jiwa Bernardinus. Kepada mereka ia berkata: “Kota kita telah diberkati Allah dengan satu anugerah istimewa, yakni pater Bernardinus Realino. Beliau telah mengabdi kota ini selama 40 tahun dan telah melakukan banyak hal dengan hidupnya yang suci, karunia-karunia dan berbagai mukzijat. Setiap orang dari kota ini, juga mereka yang berasal dari kota lain telah menikmati sedikit kebaikan hati Pater Bernardinus. Oleh karena itu saya mengusulkan agar Pastor Bernardinus diangkat sebagai pelindung kota Lecce.”
Ketika tiba saat terakhir hidupnya, Bernardinus berkata kepada para pemimpin masyarkat: “Dari surga kediamanku yang abadi, Aku akan selalu melindungi kota Lecce dan seluruh umat.” Bernardinus Realino meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 1616.

KONTEN POPULER

Latest articles

BATAHA SANTIAGO: SANG RAJA MANGANITU YANG MEMILIH MATI DARI PADA TUNDUK KEPADA PENJAJAH

Sejarah, Perjuangan, dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Raja Bataha Santiago Tahuna – Bataha Santiago merupakan salah satu...

Makam Bataha Santiago Jadi Ruang Refleksi Kerahiman Allah dalam Peringatan Arwah

Tahuna – Kerahiman Allah menjadi inti refleksi dalam homili Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul...

Pastor Jacob Adilang: Gua Maria Tanda Persekutuan, Kesetiaan dan Keteguhan Iman Umat

Tahuna - Gua Maria bukan sekadar tempat untuk berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria,...

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

More like this

Santo Bonaventura: Ketika Ilmu Pengetahuan Menjadi Jalan Menuju Kekudusan

Tahuna – Setiap tanggal 15 Juli, Gereja Katolik mengenangkan Santo Bonaventura, seorang uskup, teolog,...

Santa Maria Goretti: Kesucian, Keberanian dan Pengampunan yang Mengubah Dunia

TAHUNA – 6 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang Santa Maria...

Santo Thomas Rasul: Dari Keraguan Menuju Pengakuan Iman yang Mengubah Dunia

Bolaang Mongondow Timur – 3 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang...