BerandaUncategorized"Beda" Yesus dengan Setan

“Beda” Yesus dengan Setan

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Selasa, 3 September 2024
PW. St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
(1Kor.2:10b-16, Luk.4:31-37)

Dalam pergaulan sehari-hari kita sering mendengar orang berkelakar dengan membuat teka-teki, atau bahasa manado bilang “cigulu-cigulu”. Dalam renungan ini pun pastor buat cigulu-cigulu atau teka-teki. Apa beda Yesus dengan setan dalam konteks Sabda Tuhan hari ini? Pasti orang akan menjawab: “jelas, Tuhan Yesus baik, sementara setan jahat” atau bisa juga “Yesus Suci dan Setan Berdosa”. Kalau jawaban ini berdasarkan pengetahuan kita tentu benar. Tetapi belum tepat berdasarkan jawaban cigulu-cigulu. Karena Setan juga datang di gereja dan berdoa serta mendengarakan firman sama Yesus juga datang di sinagoga dan mengajar. Atau kalau Yesus berbuat baik, Setan juga berbuat baik meski ada motivasi tertentu yang tidak sehat.

Yang membedakan Yesus dengan Setan adalah terletak dalam Sabda yang diucapkan. Ketika Yesus bersabda, maka semua orang takjub karena perkataan Yesus berwibawah dan penuh kuasa. Sementara ketika setan berbicara orang tidak mendengarkannya karena meskipun manis terdengar tetapi tidak mengagumkan dan mengherankan orang. Perkataan setan dalam bacaan tadi: “hai, Engkau Yesus, orang Nazareth, ……Aku tahu siapa Engkau, Yang Kudus dari Allah”. Orang-orang Nazaret mengetahui bahwa Yesus sekampung dengan mereka, lalu menolak Dia. Sementara Setan juga tahu Yesus orang Nazareth dan memuji dengan mengatakan Yesus berasal dari Allah. Ungkapan ini sungguh manis dan menggoda. Untunglah Yesus tidak gila pujian atau orang Manado bilang tidak “makang puji”. Yesus tidak terpengaruh dengan bujukan setan. Orang-orang pun di sekitar Yesus tidak tergiur pada provokasi setan. Mereka tidak terpengaruh dengan ungkapan setan itu. Jika mereka terprovokasi dengan ungkapan setan maka mereka akan meninggalkan Yesus. Tetapi mereka tetap mendengarkan Yesus bahkan kagum akan Sabda Yesus. Di tambah lagi ketika Yesus menghardik setan itu, ia pun keluar dari orang yang dirasukinya. Orang semakin kagum pada Sabda Yesus yang membuat setan pun Takluk.

Jadi itulah yang membedakan Yesus dengan setan. Ungkapan setan tidak berwibawa dan tidak mempengaruhi orang, sementara Sabda Yesus berwibawa dan penuh kuasa bahkan setan pun Takluk pada Sabda Yesus. Untuk itulah kita perlu hati-hati dengan bujukan dan provokasi setan. Bahasa setan itu adalah terdengar manis, indah, menyenagkan tetapi penuh godaan dan tipu muslihat dan selalu berusaha membujuk dan mempengaruhi orang. Wujud setan pun bermacam-macam, bisa juga melalui gerak gerik, bahasa dan tindakan manusia, seperti yang terjadi di rumah ibadah Kaparnaum. Jika kita mudah tergoda dengan bujuk rayu maka kita jatuh dalam kuasa kejahatan atau setan. Sementara Sabda Tuhan itu mengatakan suatu kebenaran. Kebenaran itu tidak selalu enak didengar tetapi menuntun orang untuk bertindak baik dan benar dan menghantar pada keselamatan. Semoga kita merupakan agen-agen Tuhan yang menyuarakan dan melakukan Sabda Tuhan yang menghantar kita dan sesama kita pada Keselamatan. Amin.

AMDG. Pst. Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

More like this

Mengujungi yang Sakit dan Lansia, Aksi Nyata Pekan Pertama Umat Wilroh Santa Veronika

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Veronika Stasi Bolitan mengunjungi anggota umat yang sakit...

Mengasihi Tanpa Batas, Mengampuni Tanpa Akhir

Kasih Kristiani bukanlah kasih yang bersyarat. Kasih sejati mengalir dari hati yang rela memberi...

Menjadi Saksi Kristus di Tengah Penderitaan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,Hari ini Gereja mengenangkan Santo Paulus Miki dan Kawan-kawan, para martir...