BerandaRenunganRenungan Harian Katolik 20 Oktober 2024: Meminta

Renungan Harian Katolik 20 Oktober 2024: Meminta

Published on

spot_img

Minggu 20 Oktober 2024

(Yes. 53:10-11; Ibr. 4:14-16; Mrk.10:35-45); Hari Minggu Biasa XXIX

Pernahkah anda meminta atau bermohon sesuatu dalam doa? Apa yang anda minta? Meminta rezekikah, keberhasilankah? Atau lainnya? Pasti kita semua pernah bermohon atau meminta dalam doa. Sebab dalam doa menjadi kesempatan bagi kita untuk bermohon, dan meminta kepada Allah apa yang kita kehendaki. Bermohon dan meminta sesuatu yang kita butuhan, atau terkadang kesulitan dalam hidup kerena pergumulan yang dihadapi.

Kisah injil hari ini mengisahkan tentang sebuah permintaan. Permintaan yang tidak biasa, atau mungkin bisa dikata sebagai permintaan di luar pikiran orang-orang pada umumnya. Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus meminta kepada Yesus, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, seorang di sebelah kananMu dan seroang lagi di sebelah kiriMu.” Permintaan ini tidak langsung dikabulkan. Namun Yesus mengajak muridNya untuk merefleksikan perjalanan hidup yang sesungguhnya. Dikatakan, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Sanggupkah kamu meminum cawan yang harus Aku minum dan dibaptis dengan baptisan yang harus aku terima?”

Pernyataan ini serentak mengajak para rasul dan kita semua bahwa cawan kehidupan yang harus kita minum bukanlah cawan yang di dalamnya ada manisnya anggur atau manisnya kehidupan ini, tetapi serentak harus siap untuk meminum dan menghadapi kepahitan hidup ini. Maka perihal duduk di sisi kanan kiri Allah ada hak Allah yang di dalamnya orang-orang mampu bertahan dan tegar menghadapi tantangan hidup ini.

Perjuangan itu harus dimulai dari dasar yang paling bawah. Bukan sebagai penguasa tetapi sebagai pelayan. Itulah tantangan hidup yang sesungguhnya. Sebab pada umumnya kita ingin menjadi penguasa, menjadi tuan, menjadi ‘bos’, dan bukan menjadi pelayan, bukan menjadi ‘anak buah’. Spirit hidup bersama Yesus adalah menjadi pelayan atau menjadi hamba di antara kita. Artinya tampil dalam hidup dengan sungguh-sungguh memberi diri untuk orang-orang yang membutuhkan. Sebab kehadiran Yesus pun di dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.

Demikianlah bacaan pertama menegaskan bahwa yang setia dalam perjuangan dan kesusahan hidup ini, sesudah kesusahan jiwa, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Artinya bahwa kebahagiaan hidup menanti untuk mereka yang mau setia sebagai hamba yang melayani mereka yang membutuhkan. Dibutuhkan pengorbanan, dibutuhkan kerja keras, dan dibutuhkan perjuangan. Sebab menjadi pelayan tidaklah mudah. Namun seperti itulah Yesus tampil. Seperti pesan pada hari pangan sedunia tahun ini, Yesus tampil sebagai pribadi yang lapar dan haus. Ketika Aku lapar dan haus, kamu memberi aku makan dan minum.

Yesus mengidentikkan diriNya dengan orang-orang kecil yang membutuhkan. Itulah juga spiriti pada hari minggu ini hari ini. Kita diingatkan bahwa menjadi pengikut Kristus harus bersedia melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan individualistik, melepaskan diri dari nafsu kekuasaan, dan menjadi pelayan bagi sesama terutama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Itulah yang diteladanan oleh Yesus.

Hidup ini adalah sebuah permohonan terus menerus kepada Allah. Serentak menjadi spirit memberi dalam hidup. Meminta kepada Allah dalam syukur dan doa, bukan meminta-minta kepada manusia. Artinya dalam setiap pelayanan dan karya perlu ada kerja keras, selalu berusaha, agar apa yang diminta tidak berhenti hanya dalam doa tetapi memuncak dalam tindakan dan kerja. Karena itu janganlah meminta apa yang baik menurutmu, tetapi mintalah apa yang menurut Allah baik bagimu. (mD)

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...