
Selasa, 1 April 2025 menjadi hari penuh makna bagi umat Wilayah Rohani St. Cornelius. Dalam semangat masa Prapaskah, umat berkumpul untuk melaksanakan Ibadah Sabda sekaligus pendalaman tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Minggu Keempat di kediaman Keluarga Supit-Karema, Supit-Meliana, dan Bapak Leonard Karema. Ibadah ini dipimpin oleh Bapak Jimmy Supit, yang juga menjadi fasilitator dalam membimbing umat untuk mendalami tema “Pertobatan Ekologis dan Air Bersih.”
Sebanyak 20 orang umat hadir dengan hati terbuka untuk menerima firman Tuhan yang diambil dari Yehezkiel 47:1–12. Bacaan ini menggambarkan penglihatan nabi Yehezkiel tentang air yang mengalir dari bait Allah, memberikan kehidupan bagi segala makhluk dan menyuburkan tanah di sekitarnya. Dalam renungan singkat, ditekankan bahwa Tuhan Yesus adalah sumber air hidup—air yang menyelamatkan manusia dari kematian akibat dosa. Ini menjadi pengingat bahwa kehidupan sejati hanya dapat ditemukan dalam hubungan yang intim dan setia dengan Tuhan, sumber kasih dan keselamatan.

Pendalaman tema APP mengarahkan umat untuk melihat keterkaitan antara iman dan tanggung jawab ekologis. Pertobatan sejati tidak hanya berbicara tentang relasi pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat ciptaan-Nya. Air, sebagai unsur dasar kehidupan, menjadi sorotan dalam refleksi ini. Umat diajak untuk menyadari pentingnya menghemat air, tidak mencemari aliran sungai atau selokan, dan turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Hal ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga perwujudan iman yang hidup dan bertindak.
Kesaksian dan diskusi dalam ibadah ini menggugah kesadaran bersama bahwa tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih dan niat tulus dapat membawa dampak besar bagi lingkungan dan sesama. Dalam suasana doa dan refleksi, umat Wilayah Rohani St. Cornelius menyatakan komitmennya untuk memulai pertobatan ekologis dari rumah sendiri—dengan gaya hidup yang lebih sederhana, hemat air, dan penuh rasa hormat terhadap ciptaan Tuhan.
Kiranya ibadah ini menjadi sumber kekuatan rohani yang mengalir seperti sungai kehidupan, yang tidak hanya menyegarkan iman umat, tetapi juga menghidupkan semangat bertobat dalam tindakan nyata. Semoga Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah umat dalam mewujudkan iman yang peduli, bertanggung jawab, dan penuh kasih terhadap bumi, rumah bersama kita.

