BerandaBerita KomsosPenyangkalan Petrus Adalah Cermin Pengalaman Kita

Penyangkalan Petrus Adalah Cermin Pengalaman Kita

Published on

spot_img

Manado – Penyangkalan Petrus adalah cermin pengalaman kita ketika kemanusiaan kita sedang mengalami krisis, dan salah satu cara yang kita pilih adalah menyangkal.

Hal ini di sampaikan pemimpin ibadah ibu Vally Dondok pada ibadah Wilayah Rohani (Wilroh) St Ursula Paroki St Mikael Perkamil, bertempat di Keluarga Repi Mantiri, Selasa, 15 April 2025.

Untuk itu perlu dipahami beberapa hal, pertama adalah ketakutan, saat Yesus adalah musuh nomor satu di kalangan orang Yahudi (kaum Farisi, para ahli Taurat dan kaum Tua-tua) karena Dia di anggap sebagai penghujat Allah dengan mengaku diriNya sebagai Anak Allah dan Raja.

Sehingga aura kemarahan yang berujung pada keberingasan dan kekerasan tercipta saat itu, dan di tengah kerumunan yang sedang emosi, mendukung penyiksaan Yesus tersebut, sehingga orang bertanya, Apakah kamu kenal Orang itu?

Wajar bila kita takut karena tidak mau terseret ke dalam masalah dan ikut di siksa, itulah yang di alami Petrus dan kita.Wajar jika kita menyangkal dan mengatakan, saya tidak kenal.

“Ketakutan kita mengalakan semua persahabatan dan hubungan baik dengan yang terhukum,” katanya

“Di katakannya, Pada saat kita takut dan mengalami krisis, kita akan sangat mungkin dengan muda menyangkal Yesus, bahkan menghianatiNya seperti halnya Yudas Iskariot,” katanya.

Kedua adalah kelemahan. Penyangkalan Petrus juga menunjukkan kelemahan manusia terhadap keduniawian.

“Kesetiaan manusia bisa mudah goyah bila banyak cobaan. Kita bisa mudah jatuh dalam dosa hanya untuk kesenangan sesaat, semua yang serba mudah dan instan kita kejar dan mengorbankan kesetiaan yang berat dan lambat,” ujarnya.

Selanjutnya menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa Yesus membiarkan Petrus mengalami penyangkalan, sedangkan Petrus adalah batu karang dan pemimpin Gereja pertama.

Namun Yesus membiarkan Petrus mengalami perjuangan dan kesedihan bila menyangkal, mengalami ujian dan cobaan serta tantangan dalam menghadapi pilihan kesetiaan dan situasi krisis.

Dengan mengalami peristiwa penyangkalan yang di sesali Petrus sampai dia menangis, Petrus menjadi lebih kuat, melewati satu ujian.

“Di katakan bahwa Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengalami ujian dan menjadi pemimpin yang teruji, dia bisa menjadi pemimpin yang bijaksana dalam pembuatan keputusan bagi banyak orang,” tegasnya.

Pertemuan ibadah ini memakai buku Percikan hati.

Ibadah ini di mulai pukul 19.00 Wita, dan di hadiri 14 umat. (Komsos Wilroh St. Ursula, Kartini Marintja).

KONTEN POPULER

Latest articles

test123123

test123123

Online casino beginners: waarom kiezen voor een 5 euro storting?

Een online speelomgeving met lage instap spreekt veel nieuwkomers in de gokindustrie aan die...

Tutto sui bonus casino: dalle offerte introduttive ai benefici dedicati per i iscritti abituali

Nei casino online l'avventura va ben oltre il semplice gioco. Quasi ogni casino online...

Langkah Bersama dalam Sukacita Iman

Manado, 25 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan...

More like this

Langkah Bersama dalam Sukacita Iman

Manado, 25 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan...

Puluhan Anak Ikut Pembekalan Calon Komuni Pertama di Paroki Bunda Teresa – GPI

Sebanyak 68 anak mengikuti pembekalan calon penerima Komuni Pertama sejak Sabtu 18 Juli 2026...

Rumah Diberkati, Ibu Eri Bersyukur

Ibu Eri Johan sangat bersyukur rumah yang ditempatinya setelah renovasi diberkati melalui misa syukur...