Paroki Bunda Teresa Calcutta – Griya Paniki Indah (GPI) kembali menggelar pelatihan Cantores dan Pemazmur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan liturgi di tingkat paroki. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, tersebut diikuti sekitar 60 peserta.
Pelatihan menghadirkan Pastor Harry Singko, MSC sebagai pemateri. Kegiatan ini bukan merupakan pelatihan perdana, melainkan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang telah beberapa kali dilaksanakan oleh Paroki Bunda Teresa GPI. Pelatihan kali ini juga menjadi program tingkat lanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
Dalam pelatihan tersebut, Pastor Harry tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak para peserta untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik pelayanan sebagai cantores maupun pemazmur.
Pastor Harry mengingatkan bahwa kemampuan seorang cantor maupun pemazmur tidak dapat diperoleh hanya dengan memahami teori. Latihan secara rutin dan berkelanjutan menjadi hal penting untuk meningkatkan kesiapan saat bertugas dalam perayaan liturgi.
Ia mengatakan, tanpa latihan yang cukup, berbagai kendala dapat muncul ketika menjalankan tugas, seperti rasa gugup, lupa lirik, salah nada, maupun persoalan teknis lainnya.
Karena itu, para cantores dan pemazmur diminta untuk terus melatih kemampuan vokal, penguasaan lagu, serta kesiapan mental agar dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Harry juga menjelaskan peran penting cantor dalam perayaan liturgi. Menurutnya, cantor memiliki tugas untuk memandu umat dalam bernyanyi.
“Cantores adalah pengganti koor yang memandu umat untuk bernyanyi,” jelas Pastor Harry.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus mampu meningkatkan kualitas pelayanan musik liturgi di Paroki Bunda Teresa GPI.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen paroki untuk terus memberikan pembinaan kepada para pelayan liturgi agar semakin siap, percaya diri, dan mampu mendukung umat dalam menghayati perayaan liturgi melalui nyanyian dan mazmur.(Roy)
