BerandaUncategorizedBulan Maria, Bulan Devosi

Bulan Maria, Bulan Devosi

Published on

spot_img

“Per Mariam ad Jesum” artinya melalui Maria sampai kepada Jesus adalah unagkapan dalam gereja Katolik menunjukkan peran Bunda Maria  sebagai perantara doa-doa kita kepada Tuhan Kita Yesus Kristus.

Bunda Maria dalam gereja katolik karena dalam tahun Liturgi Katolik, Bunda Maria dihormati beberapa diantaranya Santa Perawan (SP) Maria Bunda Allah, Maria diangkat ke Surga, Maria Ratu Rosario Suci, SP Maria dikandung Tanpa Dosa dan masih banyak lagi.

Salah satu devosi kepada SP Maria yang telah menjadi tradisi selama berabad-abad adalah Doa Rosario. Bulan Mei adalah bulan doa Rosario yang dikenala juga dengan Bulan Maria. Melalui Misa pembukaan Rosario, Pastor Paroki, Pater Joseph Pontoan MSC mengungkapkan Panjang lebar tentang Rosario berdasarkan pengalaman hidup dan iman yang dilaluinya sebagai seorang gembala.

“Doa Rosario mengingatkan saya akan mujizat-mujizat yang terjadi dengan berdoa kepada Bunda Maria. Para Rasul dibebaskan dari penjara secara mujizat, secara menggumkan, dalam banyak kasus melalui penampakan-penampakan Maria di tempat-tempat penampakan yang diakui gereja sekarang, disitu juga banyak mujizat. Artinya manusia memikirkan, mengatur, tapi ternyata bisa diselesaikan secara luar biasa lewat campur tangan Ilahi melalui penyembuhan-penyembuhan yang sudah di luar dari upaya medis itu disebut mujizat”. Disampaikan oleh Pater Josep Pontoan MSC dalam misa pembukaan Rosario Paroki Ratu rosari Suci Tuminting.

“Karena mujizat itulah mungkin banyak umat merasa, selain doa rosario itu simple, tradisi berdoa  menjadi kebiasaan dari dulu. Di kala Misa sebelum Konsili Vatikan II, dimana imam menghadap ke tabernakel dan altarnya, dengan konsep berdoa imam mewakili umat berdoa kepada Tuhan.  Umat tidak tahu liturginya, tidak tahu menjawab apa, liturginya dalam Bahasa Latin, semua diselesaikan oleh imam dan umat tidak tahu buat apa. Pada saat itu mereka yang sudah lanjut usia, mereka berdoa rosario, yang bahkan terbawa sampai sekarang, daripada bengong diam maka mereka berdoa rosario. Saya pernah mengikuti misa seperti itu, saya duduk dikursi umat. Misa dilaksanakan secara terbatas, dan saya pastor saja tidak tahu. Tidak tahu pastor yang pimpin, sampai dimana dan dia jawab sendiri, umat selalu hanya jawab amin-amin. Oh ternyata itu doa. Karena seperti itu, umat berdoa sendiri dan mereka berdoa rosario, bahkan sudah dibiasakan”.

Pater Josep melanjutkan kataakesenya; “Praktek misa seperti itu sudah tidak dipraktekkan sekarang, liturgi sekarang sifatnya dialogis partisipatif.. Pastor sudah menghadap umat, doa-doanya sudah ada bagian umat, partisipatif sangat ditekankan. Dan saat ini jika sedang misa, jangan bikin kegiatan sendiri, termasuk apa yang orang pikir baik berdoa rosario, berarti tidak ikut dalam sebuah perjalanan liturgi bersama-sama”.

Pater Joseph Kembali menuturkan; “Saya menyebut sekali lagi doa (rosario) ini begitu sederhana, orang bisa mendoakannya tetapai saya harap lepas kita mohonkan mujizat atau tidak, doa ini sendiri harus menuju kepada pembentukan pribadi, sebenarnya dengan melihat Maria sebagai model kehidupan orang beriman. Doa rosario yang kita panjatkan, memang saya percaya doa itu dipanjatkan, saya berpikir kita berdoa menjadi seperti Maria yang diatas segala-galanya saya harus menemukan Tuhan sebagai sumber dari segala-galanya. Karena itu dia (Maria) berkata aku ini hamba Tuhan. Pengalaman kita berdoa menjadi semakin rendah hati, mempersembahkan hidup lepas memang dari kit aini lemah tetapi orang yang merasa paling bisa diajak untuk merendahkan diri seperti layaknya pribadi Maria itu.  

“Saya rasa dengan cara kalau saja Maria bisa dilindungi oleh Tuhan, kalau saja Tuhan bisa mengerjakan apa-apa kepada para rasul, maka kita pun bisa mengalami lewat kekuatan doa bahkan doa apa saja, jangankan hanya rosario, doa apa saja yang dilakukan sebagai hamba Tuhan yang selalu ingin untuk berdoa terjadilah padauk menurut perkataanMu dan disitu dalam kelemahan seperti para rasul yang sangat lemah, terbatas, tidak bisa kemana-mana dipenjarakan, hilang semua potensi untuk semua beras tetapi mereka ditolong oleh Tuhan. Itulah menurut saya kita perlu teliti doa-doa kita” jelas Pater Josep.

Pada bagian akhir Pater Josep menutup Khotbahnya, bahwa doa Rosario tidak hanya semata- mata berdoa bersama Maria, tetapi doa-doa yang dipanjatkan kesemuanya adalah untuk Anaknya yang terberkati, yaitu Yesur Kristus. Karena semua peristiwa, adalah perjalanan Yesus Kristus, mulai dari Peristiwa gembira hingga peristiwa mulai, untuk mendoakan Yesus yang adalah Tuhan Kita. Sehingga ungkapan Per Mariam ad Jesum, tidak salah.

Umat yang hadir, meskipun tidak seperti misa hari minggu mendengarkan khotbah selama lebih dari 30 menit, dengan beriteraksi, dialogis dengan Pater Joseph sehingga tidak merasa khotbah sudah selesai.

Sungguh sebuah katakese dan pengajaran iman yang mendalam, bagaimana kita berdoa. Apakah berdoa rosario atau bukan doa rosario, yang penting adalah niat kita dalam berdoa. Maka berbahagialah bagi mereka yang mengikuti misa ini, karena mendapatkan pengajaran yang mendalam.

Semoga dengan Bulan Rosario, semakin mendekatkan kita kepada penebus dunia, dan doa-doa kita melalui Bunda Maria dapat dikabulkan. Amin. Decky

IMG 20250503 WA0032
IMG 20250503 WA0028
IMG 20250503 WA0033
IMG 20250503 WA0030
IMG 20250503 WA0029
IMG 20250503 WA0031
IMG 20250503 WA0041
IMG 20250503 WA0034
IMG 20250503 WA0049
IMG 20250503 WA0047
IMG 20250503 WA0045
IMG 20250503 WA0042
IMG 20250503 WA0036

KONTEN POPULER

Latest articles

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

More like this

Mengujungi yang Sakit dan Lansia, Aksi Nyata Pekan Pertama Umat Wilroh Santa Veronika

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Veronika Stasi Bolitan mengunjungi anggota umat yang sakit...

Mengasihi Tanpa Batas, Mengampuni Tanpa Akhir

Kasih Kristiani bukanlah kasih yang bersyarat. Kasih sejati mengalir dari hati yang rela memberi...

Menjadi Saksi Kristus di Tengah Penderitaan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,Hari ini Gereja mengenangkan Santo Paulus Miki dan Kawan-kawan, para martir...