Dalam perayaan Misa ke-4 Hari Raya Tritunggal Maha Kudus pada Minggu, 15 Juni 2024, Pastor Valentino Pandelaki Pr. (akrab disapa Pastor Valen) mengajak seluruh umat Katolik untuk merenungkan makna terdalam dari kehidupan iman, khususnya refleksi atas makna tanda salib dan persatuan dalam hidup berkeluarga maupun bergereja.
“Kita sering membuat tanda salib. Tapi pernahkah kita bertanya, untuk apa kita melakukannya? Apa gunanya jika dalam hidup kita masih ada pertengkaran, permusuhan, dan perpecahan?” tutur Pastor Valen dalam homilinya.
Hari Raya Tritunggal Maha Kudus merayakan iman umat Katolik kepada Allah dalam tiga pribadi: Bapa, Putra, dan Roh Kudus, sebagai satu kesatuan kasih yang tak terpisahkan. Pastor Valen menekankan bahwa kesatuan dalam Tritunggal menjadi teladan nyata bagi umat untuk membangun persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sejak awal hidup kita sudah ditandai salib saat dibaptis, dan bahkan saat meninggal pun kita masih diberi tanda salib. Maka tanda salib harus menjadi simbol kesatuan dan kasih, bukan sekadar kebiasaan tanpa makna,” tegasnya.
Dalam khotbah yang menyentuh, ia juga mengajak keluarga Katolik untuk menjadi agen perdamaian, serta membangun kehidupan bersama yang harmonis dan saling menghargai dalam terang Tritunggal.(Roy)
