
Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti pelaksanaan Balada Jalan Salib di Paroki St. Ignatius Manado. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian masa Prapaskah ini diikuti oleh umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga orang tua.
Balada Jalan Salib tahun ini dikemas secara dramatis melalui peragaan kisah sengsara Yesus Kristus. Setiap perhentian dihidupkan dengan penampilan yang menyentuh hati, menggambarkan penderitaan, pengorbanan, dan kasih yang begitu besar bagi umat manusia. Para pemeran yang berasal dari KBK (Kaum Bapa Katolik) paroki tampil dengan penuh penghayatan, sehingga mampu membawa umat masuk dalam suasana doa dan refleksi yang mendalam.

Prosesi dimulai dari halaman gereja dan dilanjutkan dengan berjalan bersama mengikuti setiap perhentian. Di sepanjang perjalanan, umat diajak untuk merenungkan makna salib dalam kehidupan sehari-hari, serta panggilan untuk tetap setia dalam iman di tengah berbagai tantangan hidup.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa Balada Jalan Salib ini bukan sekadar sebuah pertunjukan, tetapi menjadi sarana pewartaan iman yang hidup. “Kami berharap melalui kegiatan ini, umat semakin memahami makna pengorbanan Kristus dan mampu menghayatinya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Antusiasme umat terlihat begitu besar. Banyak di antara mereka yang mengaku tersentuh dan semakin dikuatkan imannya setelah mengikuti kegiatan ini. Suasana hening, doa, serta iringan lagu-lagu rohani semakin memperdalam pengalaman spiritual umat.
Dengan terselenggaranya Balada Jalan Salib ini, Paroki St. Ignatius Manado kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan iman yang hidup. Diharapkan kegiatan seperti ini terus menjadi bagian penting dalam perjalanan iman umat, khususnya dalam memaknai masa Prapaskah menuju perayaan Paskah.
