GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado, Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr, memimpin Perayaan Ekaristi Minggu pagi, 5 Juli 2026, di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Guaan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dalam homilinya, Pastor Jacob mengajak umat untuk menyadari bahwa kehidupan orang beriman adalah sebuah perjalanan yang tidak pernah lepas dari tantangan, kelemahan, dan berbagai pencobaan. Namun, di balik setiap kelemahan itu, Tuhan selalu menyediakan rahmat yang memampukan setiap orang untuk tetap setia melangkah.

Mengacu pada bacaan kedua tentang pengalaman Santo Paulus, Pastor Jacob menjelaskan bahwa Rasul Paulus pun pernah bergumul dengan kelemahan yang begitu berat hingga memohon kepada Tuhan agar semuanya disingkirkan. Namun, jawaban Tuhan justru menjadi sumber kekuatan baru: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
“Sering kali kita ingin semua persoalan segera selesai. Kita ingin hidup tanpa beban dan tanpa kelemahan. Tetapi Tuhan tidak selalu menghilangkan kesulitan itu. Tuhan justru memberikan rahmat agar kita mampu melewatinya,” ungkap Pastor Jacob.

Menurutnya, jawaban Tuhan kepada Santo Paulus mengajarkan bahwa orang beriman tidak boleh mengandalkan kemampuan diri sendiri ataupun jatuh dalam kesombongan. Sebaliknya, setiap keberhasilan harus dilandasi sikap rendah hati dan keyakinan bahwa Tuhanlah sumber kekuatan sejati.
Pastor Jacob juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk terus melangkah dalam panggilan hidupnya, meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan. Kesulitan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya, melainkan kesempatan untuk semakin mempercayakan hidup kepada penyelenggaraan Tuhan.

“Kalau kita mengandalkan Tuhan, maka kelemahan tidak akan menjadi penghalang. Justru melalui kelemahan itu Tuhan bekerja dan menghadirkan kekuatan-Nya dalam hidup kita,” pesannya.
Menutup homilinya, Pastor Jacob mengajak seluruh umat agar terus memelihara semangat iman, tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan, serta tetap menjadi pribadi yang menghadirkan kasih dan harapan di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

Perayaan Ekaristi tersebut menjadi penutup kebersamaan seluruh kontingen bersama umat di Guaan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Manado bersama rombongan peserta dari Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna. (Riko)
