Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan Katolik. Pasangan suami dan istri dipanggil untuk tidak hanya mengucapkan janji di hadapan Tuhan, tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan ini menjadi inti homili RD. Frantosius Kadoang dalam Perayaan Sakramen Perkawinan Max Welliam Saluhang dan Putri Anastacya Madjabi, Sabtu (10/10/2026), di Gereja Santa Anna Manente.
Dalam homilinya, RD. Frantosius menekankan pentingnya menanamkan kasih dalam kehidupan berkeluarga. Kasih tidak hanya menjadi dasar hubungan suami dan istri, tetapi juga perlu dihidupi dalam relasi dengan anak-anak, keluarga besar, dan masyarakat.

“Janji perkawinan, dalam terang iman Katolik, bukan sekadar ungkapan pada saat perayaan, melainkan komitmen yang harus dijaga sepanjang perjalanan hidup bersama. Karena itu, pasangan suami dan istri perlu membangun sikap saling memahami, menghargai, serta bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga,” tegas Pastor Frantosius.
Selain itu, kehidupan keluarga membutuhkan perencanaan dan kesepakatan bersama. Setiap keputusan hendaknya diambil dengan mempertimbangkan tanggung jawab serta kesejahteraan keluarga, sehingga kehidupan rumah tangga dapat bertumbuh dalam keharmonisan.
Melalui penerimaan Sakramen Perkawinan, Max Welliam Saluhang dan Putri Anastacya Madjabi memulai perjalanan hidup sebagai suami dan istri dengan panggilan untuk menghidupi kasih, memelihara kesetiaan, dan menjadikan Tuhan sebagai dasar kehidupan keluarga.
Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga Katolik memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai iman dan kasih, bukan hanya bagi anggotanya sendiri, tetapi juga bagi kehidupan Gereja dan masyarakat. (Riko)
