TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100 yang bertepatan dengan Minggu Biasa ke-29, Minggu (18/10/2026). Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin oleh RD. Willem Ngoranubun sebagai selebran, dalam suasana penuh syukur dan sukacita atas perjalanan panjang Gereja dalam mewartakan Injil ke seluruh dunia.
Perayaan istimewa ini menjadi momentum bagi umat untuk kembali menyadari panggilan sebagai murid-murid Kristus yang diutus untuk mewartakan Kabar Gembira melalui doa, kesaksian hidup, pelayanan, serta solidaritas terhadap karya-karya misi Gereja.

Mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi,” Hari Minggu Misi Sedunia tahun ini menegaskan bahwa keberagaman bangsa, budaya, dan latar belakang bukanlah penghalang bagi umat beriman untuk berjalan bersama dalam satu perutusan. Sebaliknya, persatuan dalam Kristus menjadi kekuatan bagi Gereja untuk menghadirkan kasih Allah di tengah masyarakat.
Dalam pengantar perayaan Ekaristi, umat diajak untuk mensyukuri seratus tahun perjalanan Hari Minggu Misi Sedunia sekaligus memperbarui komitmen untuk mengambil bagian dalam tugas perutusan Kristus. Panggilan misioner tidak hanya menjadi tanggung jawab para imam, biarawan, biarawati, atau mereka yang secara khusus diutus ke daerah misi, tetapi juga menjadi panggilan setiap orang yang telah menerima Sakramen Baptis.

Semangat misi dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membangun kepedulian terhadap sesama, menghadirkan perdamaian, memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan, serta menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan.
Melalui tema tahun ini, umat juga diingatkan bahwa karya misi bukanlah pekerjaan yang dilakukan secara sendiri-sendiri. Seluruh anggota Gereja dipanggil untuk bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama agar warta keselamatan Kristus dapat menjangkau semakin banyak orang.

Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100 di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat pelayanan umat, baik dalam kehidupan menggereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Iman yang dirayakan dalam Ekaristi diharapkan tidak berhenti di dalam gereja, tetapi diwujudkan secara nyata melalui tindakan kasih dan kepedulian kepada sesama.

Dengan semangat persatuan dalam Kristus, umat diajak untuk terus menjadi saksi Injil di tengah keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat. Setiap orang memiliki peran dalam perutusan Gereja, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan.
Satu dalam Kristus, bersatu dalam misi. Semangat inilah yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap umat beriman, sehingga Gereja semakin mampu menghadirkan wajah Kristus yang penuh kasih, membawa harapan bagi mereka yang kehilangan harapan, serta menjadi tanda persaudaraan dan damai sejahtera di tengah dunia. (Riko)
