BerandaRenungan“Rahasia Utusan Sejati”

“Rahasia Utusan Sejati”

Published on

spot_img

Minggu, 02 Juli 2017
Minggu Biasa XIII
2Raj. 4:8-11.14-16a; Rom. 6:3-4.8-11; Mat. 10:37-42

 

Dalam hidup ini tak sedikit orang yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus. Dengan kata lain, ada banyak kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai utusan Tuhan. Mereka melakukan pelbagai macam cara untuk meyakinkan orang. Pertanyaannya, apakah mereka sungguh-sungguh menjalankan dan mengikuti apa yang diteladankan oleh Yesus? Kenyataannya tak sedikit yang hanya berpura-pura sebagai utusan Tuhan. Mereka sesungguhnya tidak melaksanakan kehendak Tuhan, melainkan kehendak mereka sendiri. Banyak yang berkhotbah demi nama Tuhan, tetapi sesungguhnya bukan untuk kemuliaan Tuhan melainkan untuk memegahkan dirinya sendiri. Singkatnya, banyak orang yang hanya mengatasnamakan diri sebagai pengikut dan utusan Tuhan, tetapi sikap yang mereka tunjukkan jauh dari kehendak Tuhan.

Hal inilah yang sesungguhnya ditekankan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Yesus berbicara dalam konteks tugas perutusan yang diberikanNya kepada para pengikutNya. Ia menghendaki agar semua pengikut dan utusanNya sungguh-sungguh melaksanakan tugas perutusan itu secara konsisten. Dalam arti bahwa setiap pengikut Kristus dipanggil untuk menjadi seorang utusan yang sejati. Kesejatian seorang utusan nampak lewat sikap dan tindakannya terhadap Dia yang mengutus. Selain itu, kesejatian itu nyata pula melalui kepercayaan yang tulus kepada Dia yang mengutusnya. Dalam bacaan kedua rasul Paulus mengingatkan kita bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematianNya. Itu artinya bahwa melalui baptisan kita telah menerima tugas perutusan yang sama seperti Yesus.

Ia sendiri bersabda, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.” Yesus adalah utusan Allah. Sebagai seorang utusan Ia sungguh-sungguh melaksanakan kehendak Allah. Penderitaan, kesengsaraan dan bahkan wafatNya di kayu salib merupakan wujud nyata kesetiaanNya kepada Dia yang mengutusNya, yakni Allah sendiri. Sikap dan tindakan yang ditampilkan oleh Yesus ini sungguh menampakkan seorang utusan yang sejati. Maka itulah sebabnya Ia bersabda, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa  kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Yesus menuntut keseriusan dari para pengikutNya. Ia mau agar para utusannya selalu fokus pada tugas perutusan mereka, bukan pada hal-hal yang lain.

Inilah sesungguhnya rahasia seorang utusan yang sejati. Pertama, berani meninggalkan segala-galanya, termasuk keluarga dan bahkan nyawa sendiri. Kedua, yang paling penting ialah bahwa kita harus percaya dan selalu mengandalkan Dia yang mengutus kita. Bagaimana mungkin seorang utusan dapat menjalankan tugasnya dengan baik jika ia tidak percaya kepada Dia yang mengutusnya. Untuk itu, kepercayaan adalah syarat utama seorang utusan Tuhan. Tugas seorang utusan sejati memang berat, tetapi jika kita setia maka sesungguhya kita tidak akan kehilangan upah dari padanya.

(Yansu)

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...