BerandaKatekeseAllah Tidak Pernah Lelah Mengampuni

Allah Tidak Pernah Lelah Mengampuni

Published on

spot_img

Sering kali manusia enggan datang kepada Tuhan bukan karena Tuhan menolak, melainkan karena hati kita sendiri yang menutup diri. Kita merasa terlalu berdosa, terlalu jauh, atau terlalu sering jatuh dalam kesalahan yang sama. Ada juga yang berpikir bahwa pengakuan dosa sudah tidak ada gunanya lagi karena Tuhan mungkin sudah bosan mendengarkan penyesalan kita. Pola pikir seperti ini justru menjauhkan kita dari sumber kasih dan pengampunan sejati.

Yesus, melalui sabda-Nya, menegaskan bahwa kasih Allah tidak pernah terbatas. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada kerahiman Tuhan. Allah tidak pernah lelah mengampuni, kitalah yang sering lelah untuk bertobat. Ia tidak menghendaki kita terus hidup dalam dosa, tetapi mengundang kita untuk bangkit, kembali, dan hidup dalam kasih-Nya.

Pertobatan bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang kerendahan hati untuk mengakui kelemahan dan keberanian untuk kembali kepada Tuhan. Ketika kita datang dengan hati yang menyesal dan terbuka, Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan dan memberi kekuatan baru untuk melangkah.

Melalui renungan ini, kita diajak untuk semakin percaya akan kerahiman Allah yang tak berkesudahan. Jangan biarkan rasa takut dan rasa tidak layak menghalangi kita dari Tuhan. Marilah kita datang kepada-Nya apa adanya, karena dalam kasih dan pengampunan-Nya, kita selalu diterima sebagai anak-anak-Nya.

KONTEN POPULER

Latest articles

Doa Lintas Agama dan Adat, Memohon Pemulihan Alam Gunung Awu

TAHUNA — Keprihatinan atas kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan...

RD. Jacob Adilang Hadiri Wisuda Polnustar, Gereja Hadir Mendukung Dunia Pendidikan

TAHUNA — Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr., menghadiri prosesi...

Uskup Rolly Ingatkan Pendidikan Iman Anak Tak Cukup di Gereja

MANADO - Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC mengingatkan keluarga dan...

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...