BerandaKatekeseCredo (Pilar I-IV)

Credo (Pilar I-IV)

Published on

spot_img

1.   Kaisar Konstantinus mengijinkan orang Kristen beribadat dengan bebas, sehingga muncul orang-orang Kristen yang mempunyai pandangan-pandangan sendiri, yang berbeda, bahkan ada yang bertentangan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Akibat dari itulah diperlukan satu ajaran yang resmi untuk melawan ajaran-ajaran sesat tersebut. Apakah nama ajaran resmi tersebut? Credo/Aku Percaya/Syahadat Para Rasul/Syahadat Iman.

2.   Mengapa dalam rumusan Syahadat Para Rasul digunakan kata Aku dan bukan Saya?

Karena syahadat para rasul itu tidak ditujukan kepada Tuhan (hubungan vertikal) tetapi kepada manusia (hubungan horisontal). Tidak dipakai kata saya karena saya berasal dari kata sahaya yang berarti hamba, abdi, budak (menunjuk hubungan  vertikal-tuan dan hamba).

3.   Apakah Syahadat Para Rasul itu termasuk doa?

Bukan. Karena setiap kali mengucapkan Syahadat iman/Credo, muncul kesadaran bahwa aku dan bukan orang lain yang sedang mengucapkan itu. Ini merupakan sebuah pengakuan iman yang bersifat personal kepada Gereja atau umat Allah yang lain. Credo yang aku nyatakan menjadi ungkapan imanku sendiri, menjadi “MILIK” ku kendati aku tetap menjadi bagian dari umat Allah.

4.   Apa arti: “Aku percaya akan Allah bapa yang mahakuasa pencipta langit dan bumi”?

Kita menyerahkan hidup kita pada Allah yang hidup dan dekat dengan manusia (Bapa dan anak). Serta berkuasa dalam mencipta jagat raya beserta isinya. Kuasanya juga menyanggupkan manusia untuk mengambil bagian dalam tugas mencipta dan memelihara.

5.   Mengapa kita memanggil Allah Pencipta itu sebagai Bapa?

  • Yesus sendiri menyebut Allah itu Bapa (Mat 5:48; Mrk 14:36; Luk 23:46; Yoh 5:18).
  • Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk berdoa kepada Bapa di surga (Mat 6:9).
  • Hanya dalam iman akan Yesus Kristus, kita “boleh” menyebut Allah itu Bapa.

6.   Nama Yesus diberikan oleh Yusuf sesuai dengan pesan malaikat Gabriel. Apakah arti dari kata Yesus dalam bahasa Ibrani? Allah yang membebaskan  (Mat 1:21).

7.   Kata Kristen berarti orang-orang pengikut Kristus. Apakah arti kata Kristus dalam bahasa Yunani? KRISTUS” adalah kata Yunani untuk ungkapan Ibrani “MESIAS” yang artinya  TERURAPI” gelar Kristus berarti Ia yang diurapi.

8.   Kapankah pertama kali kata Yesus sebagai Kristus/Mesias dimaklumkan? Pada saat pembaptisan-Nya di sungai Yordan oleh Yohanes. Pekerjaan dan perkataan-Nya menyatakan bahwa ia adalah “YANG KUDUS DARI ALLAH” (Mrk 1: 24; Yoh 6:69).

9.   Mengapa Yesus diberi gelar sebagai Putra Allah yang Tunggal? Untuk menyatakan hubungan yang unik dan kekal dari Yesus kristus dengan Allah BapaNya. Dia adalah Putera Bapa yang tunggal (Yoh1:14,18; 3:16,18); malahan ia sendiri Allah (Yoh 1:1) Menjadi Kristen berarti percaya sungguh bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah (Kis 8 :37; 1 Yoh 2: 23).

bersambung…

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...