Dari Rumah Kediaman ke Rumah Karya

Sosialisasi Pedoman Dewan Pastoral Paroki (DPP) Keuskupan Manado se-Kevikepan Tonsea di Paroki St. Antonius De Padua Girian, 21 September 2017

0
854
Foto Sosialisasi Pedoman DPP Kevikepan Tonsea Oktober 2017

Sosialisasi Pedoman Dewan Pastoral Paroki (DPP) Keuskupan Manado se-Kevikepan Tonsea di Paroki St. Antonius De Padua Girian, 21 September 2017 dimulai pukul 15.00 WITA oleh Sekretaris Keuskupan Manado, P. John Montolalu, Pr dihadiri pimpinan dewan paroki sampai ketua wilayah rohani se-antero Kevikepan Tonsea.

Sekertaris Keuskupan Manado P. John Montolalu Pr saat membawakan Sosialisasi

Poin utama yang disosialisasikan oleh Pastor John ialah DPP berpijak dan berpihak dalam setiap karya untuk kebutuhan umat dalam pembinaan untuk mengembangkan pastoral keluarga sehingga memberikan rasa nyaman untuk setiap keluarga katolik. Contoh saat liturgi, pastor dan pimpinan umat mulai mengkreasikan agar umat merasa tidak mau cepat-cepat selesai misa karena masih suka bertahan saat misa. Pastoral karya dalam sosialisasi DPP ini, Pastor John memakai istilah dari Rumah Kediaman ke Rumah Karya, seperti Yesus yang dimulai dari Rumah Betlehem, Nazareth, Bait Allah, sesudah itu diutus ke luar. Begitu juga seperti pastor Paroki keluar dari Pastoran, pimpinan dewan harus keluar dari rumah kediaman untuk menuju ke rumah karya.

Foto Sosialisasi Pedoman DPP Kevikepan Tonsea Oktober 2017 3

Rumah kediaman yang dimaksud adalah rumah pribadi masing-masing pimpinan DPP, sementara rumah karya dikategorikan oleh Pastor John adalah banyak tempat berkarya di lingkup paroki yang mesti harus dikunjungi. Rumah karya yang dimaksud ialah, rumah emaus, rumah orang sakit di jalan, rumah orang lapar, rumah pengungsian dan korban ketidakadilan, rumah sipil kemasyarakatan, rumah pengajaran seperti sekolah, rumah perahu atau rumah para pekerja. Dalam pelayanan, DPP harus berani mengisi rumah karya yang dimaksud. DPP harus berani seperti Yesus yang telah melatih para murid-Nya untuk berani tinggal di rumah orang lapar. DPP harus berani mengunjungi rumah sipil kemasyarakatan seperti pergi dan masuk dalam pergumulan kemasyarakatan di Organisasi WKRI, Pemuda Katolik. PMKRI, dan sebagainya. Atau DPP harus lebih berani lagi masuk dalam rumah perahu atau rumah bagi para pekerja sebagaimana Yesus hadir sebagai motivator dan pemberi semangat kepada para muridnya yang bekerja di atas perahu. Ada Murid Yesus yang kecewa karena sudah bekerja semalam tidak ada hasil tangkapan, namun Yesus hanya berkata Duc In Altum. DPP harus menjembatani para penghuni di rumah perahu ini agar semakin tertanam kuat etos kerjanya sehingga bertolak lebih dalam untuk karya di lingkup pekerjaannya.

Karya Pastoral Keuskupan Manado

Dalam Karya Pastoral di tingkatan Keuskupan Manado, yang Mulia, Bapa Uskup Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu, mulai berkarya melalui Prokurat. Sekretariat dan Badan Amal. Uskup juga berkarya di Keuskupan ini lewat rumah Komisi Keluarga. Kepemudaan dan KKI. Uskup juga ambil bagian dalam karya Sosial Ekonomi dan karya Komunikasi Sosial juga karya sosial dengan Agama lain serta keadilan dan perdamaian. Maka dibangun komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE). Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS). Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) serta komisi Keadilan dan Perdamaian, Kelautan dan Pengungsi.

Bapa Uskup juga membangun rumah dibidak Kateketik. Pendidikan. Seminari. Liturgi. Kerawam dan Kitab Suci. Uskup tidak bisa bekerja sendiri maka dibantu oleh Komisi komisi yang ada. Begitu juga dengan para pastor Paroki, maka DPP harus siap membantu Pastor Paroki untuk berkarya bagi umat lewat sarana-sarana karya pastoral yang ada. “Semakin banyak urusan berarti semakin banyak karya,” Kata Pastor John.

Dijelaskannya, Paroki adalah jemaat tertentu kaum beriman Kristiani yang dibentuk secara tetap dalam gereja partikular dan reksa pastoralnya di bawah Uskup Diosesan-nya, dipercayakan kepada pastor Parokinya sebagai gembalanya sendiri. (KHK. Kanon 515 Pasal 1). Sementara setelah paroki ada Wilayah Rohani yang jumlah umatnya antara 20-40 Kepala Keluarga.

Sementara DPP adalah suatu badan antara Pastor dan awam dalam kebersamaan untuk memikirkan, memutuskan dan melaksanakan segala sesuatu yang perlu untuk mewartakan sabda Tuhan, membagikan Rahmat Allah, membimbing umat untuk menghayati dan mengamalkan imannya dalam masyarakat. (Pedoman Dewan Pastoral Paroki Keuskupan Manado hal 6).

DPP Berpihak pada Kebutuhan Umat.

Foto Sosialisasi Pedoman DPP Kevikepan Tonsea Oktober 2017 2

Caranya DPP berpihak pada kebutuhan umat yakni mencermati, meneliti menganalisa kebutuhan kehidupan iman dan kehidupan menggereja umat. Mempertimbangkan karya Pastoral apa dan dengan cara bagaimana karya Pastoral itu dapat menjawab kebutuhan umat secara terencana.

Adapun garis besar tugas DPP ialah ;

  1. Rumuskan secara seksama visi dan misi Paroki.
  2. Merumuskan target target yang akan dicapai paroki di Masa Depan.
  3. Mengindetifikasi dan menentukan prioritas kebutuhan paroki
  4. Menetapkan keputusan praktis dan mengajukannya dalam bentuk rekomendasi kepada pastor paroki.

Meskipun masih banyak hal dan aturan-aturan yang masih akan ditanyakan oleh peserta, namun sosialisasi Pedoman Dewan Pastoral Paroki (DPP) Keuskupan Manado se-Kevikepan Tonsea berakhir pada pukul 18.00 WITA.

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini