Hari Komunikasi Sedunia ke 56 di Kotamobagu, Komsos GPI Raih 2 Penghargaan

1
221

Penghargaan Konten Youtube Non Misa Terbaik diserahkan kepada Komsos Bunda Teresa dari Calcutta GPI.

Kendati merupakan Paroki termuda di Keuskupan Manado, Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) menunjukan semangat pewartaan melalui Komunikasi Sosial (Komsos). Komsos paroki ke 73 di Keuskupan Manado ini berhasil meraih dua dari empat penghargaan yang diberikan Komisi Komsos Keuskupan Manado pada kegiatan Gathering Hari Komunikasi Sedunia ke 56, Minggu (29/05/2022) di Paroki Kristus Raja, Kotamobagu.

Meski baru saja memulai karya pewartaan kurang lebih setahun yang lalu, namun bukan berarti menjadi penghalang bagi Komsos GPI untuk dapat meraih Penghargaan Konten Youtube Non Misa Terbaik dan masuk nominasi Penghargaan Komsos Teladan. 

Menerima penghargaan nominasi Komsos Teladan.

Penghargaan kepada para penggiat Komsos Paroki ini diberikan melalui empat kategori, masing-masing, kategori Live Streaming Misa terbaik, Konten Youtube Non Misa Terbaik, Konten Instagram terbaik dan Komsos Teladan. Tentunya penghargaan ini disambut gembira oleh para penggiat Komsos. Pasalnya baru kali ini Hari Komunikasi sedunia di Keuskupan Manado diberi penghargaan seperti itu. 

Bapa Suci Paus Fransiscus telah menetapkan tema Hari Komunikasi sedunia ke 56, yaitu “Mendengar dengan Telinga Hati.

“Bagi yang sudah berhasil meraih penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mewartakan. Tetapi bagi yang belum berhasil jangan kecil hati, jangan berhenti. Masih banyak kesempatan. Tingkatkan kreativitas dan semangat pewartaan,” tutur Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado Pst. Yohanes I Made Pantyasa Pr, usai penyerahan penghargaan di Aula Christi Legis Paroki Kristus Raja, Kotamobagu.

Pastor yang hobi menyanyi dan memetik gitar ini pun berterima kasih kepada para penggiat Komsos yang konsisten mewartakan Kristus dan gereja.

“Semoga dari seluruh karya dan pelayanan yang telah dibuat itu membuat kita semua semakin merangkul saudara-saudari kita serta mau mendengarkan dari hati ke hati,” sebut Pastor Made.

Sementara itu anggota Komsos GPI, Jessie Runtu, Fabrio Nita, Mario Lumesar dan Darrel Randang, mengakui ini bukti bahwa bukan soal durasi yang dibutuhkan untuk sebuah Komsos dapat berhasil dalam menghasilkan konten. 

“Konsistensi dan kualitas dari konten yang dihasilkan itu sendiri yang akan membuktikan pencapaian sebuah Komsos dalam pewartaan,” ujar ketiga anak muda ini.

“Diharapkan dengan awal pencapaian dari prestasi ini, dapat menjadi motivasi bagi kita untuk tetap terus mewartakan Kerajaan Allah di tengah umat melalui media digital kreatif yang menarik dan inspiratif. Untuk beberapa kategori yang belum bisa dicapai tentu ini perlu dievaluasi dan motivasi untuk diperbaiki dan lebih ditingkatkan,” tutur pengurus Komsos Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI, Pedro Pangemanan didampingi Yohanes Sujiyo, Jelly Walansendow dan Royke Randang.

Yohanes menambahkan, Komsos GPI menempuh perjalanan  jauh dan sangat melelahkan ke Kotamobagu. Tetapi perjalanan jauh itu tidak sia-sia dengan berhasil mendapatkan penghargaan ini. “Lelah dalam perjalanan langsung hilang ehh.. ,” ujar Mas Jo sapaan akrab Yohanes Sujiyo.(Jes/Roy)

1 Komentar

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini