
Pada Selasa, Wilayah Rohani Santa Theresia Lisieux mengadakan Ibadah Prapaskah yang Ketiga dengan khidmat. Ibadah ini diselenggarakan di rumah Keluarga Djunaidi Pandey, dihadiri oleh 30 umat. Ibadah ini merupakan bagian dari rangkaian Prapaskah, periode penting dalam Gereja Katolik yang berfokus pada pertobatan, puasa, dan doa, sebagai persiapan menyambut Paskah, kebangkitan Kristus.
Ibadah ini dipimpin dengan suasana penuh penghayatan. Tema pertobatan menjadi inti dari renungan yang dibawakan, mengingatkan umat akan panggilan untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama. Dalam ibadah ini, umat diajak untuk merefleksikan hidup mereka, memohon pengampunan atas kesalahan, dan merenungkan makna penderitaan serta penebusan Kristus. Dengan begitu, Prapaskah bukan hanya menjadi masa penyesalan atas dosa, tetapi juga kesempatan untuk memperbarui diri dan memperdalam iman.

Bacaan Kitab Suci dan doa bersama menjadi pilar utama dalam ibadah tersebut, di mana umat diajak untuk lebih fokus pada pengorbanan Yesus. Melalui doa, pujian, dan sharing iman, umat mendiskusikan bagaimana mereka dapat menjalankan panggilan pertobatan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kehadiran yang cukup besar, sebanyak 30 orang, suasana ibadah terasa hangat dan penuh rasa kebersamaan. Umat saling mendukung dalam doa dan semangat pertobatan, membuat ibadah ini menjadi momen refleksi yang mendalam. Melalui ibadah ini, umat tidak hanya diajak untuk merenungkan dosa dan kesalahan, tetapi juga untuk mengambil langkah nyata dalam memperbaiki diri, mengembangkan sikap kasih, dan semakin mendekatkan diri pada Tuhan.

Ibadah ini ditutup dengan doa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dan merenungkan kasih Tuhan. Umat pulang dengan hati yang lebih terbuka untuk menerima rahmat Tuhan, siap untuk melanjutkan perjalanan Prapaskah dengan komitmen baru dalam iman, pertobatan, dan kasih kepada sesama.

