INILAH USKUP KITA SEMUA

0
682

Terlahir di Lembean 60 tahun silam (4 Januari 1957), anak kedua dari Sembilan bersaudara, pemilik nama lengkap Benedictus Estephanus Rolly Untu tumbuh dalam lingkungan keluarga guru yang aktif menggereja. Ayahnya Gerardus Damianus Untu (Alm) adalah kepala sekolah “SD Ranotana” alias SD RK 13 dan SD RK 4, di Paroki Manado Selatan. Ibunya Geertruida Lasut (Almh) seorang aktivis gereja yang telaten. Frans, kakak tertua dan Fitje adik terbungsu memberi kesaksian betapa mereka mendapat warisan iman dari keteladanan orang tua.

            Perjumpaan dengan para misionaris, didukung kisah dan cerita sang kakak yang lebih dahulu masuk seminari mendorong “Rolly” masuk Seminari Kakaskasen meski ditentang sang ayah karena takut nanti keluar seperti kakaknya. Prestasi studinya terbilang kurang cemerlang di masa Sekolah Dasar dan tahun-tahun awal Seminari. Namun berkat kesabaran dan kerja kerasnya, ia kemudian menunjukkan prestasi yang membanggakan. Meskipun ia sendiri terus bergulat dengan pertanyaan “apakah saya mampu”, tetapi ternyata berkat doa dan persahabatan dengan banyak orang, terutama dalam komunitas seminari serta kesetiaan pada komitmen, masa 7 tahun belajar di Seminari Menengah dan 8 tahun di Seminari Tinggi boleh dijalaninya dengan mulus. Pada Pesta Petrus dan Paulus, 29 Juni 1983, sebagai anggota tarekat MSC, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dalam upacara tahbisan yang dipimpin Mgr. Th. Moors, MSC.

            Sesudah tahbisan, Pastor muda Rolly, yang sebelumnya tahun 1981-1982, menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Dobo, Kepulauan Aru, berkarya di Paroki Tondano selama beberapa bulan, kemudian menjadi pastor rekan di Katedral dan pastor di Paroki Tuminting. 2 tahun masa neomis dihabiskan di tiga paroki ini sebelum diminta berangkat ke Bangalore, India untuk belajar spiritualitas selama satu tahun. Berbekal ilmu spiritualitas yang dipelajarinya di India,  Pastor Rolly diminta menjadi pendamping para novis di Karanganyar selama 5 tahun (1986-1991) sebelum diutus ke Leuven, Belgia untuk mendalami Teologi Dogma. (1991-1994).

Sesudah berguru di Eropah, pastor Rolly yang penyabar, murah senyum dan lemah lembut menjalankan karya pelayanannya selama sepuluh tahun sebagai dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (1995-2005) sambil menjadi pembina para frater skolastikat MSC. Dua tahun terakhir sebagai dosen, pastor Rolly diangkat menjadi superior skolastikat sekaligus masuk menjadi anggota dewan konsultor uskup. Di tahun inilah mulai karya pelayanannya sebagai pemimpin. Superior Skolastikat adalah pemimpin komunitas para frater sekaligu juga para staf pembina dan staf dosen. Sebagai superior ia harus merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengontrol dan bertanggungjawab atas kelangsungan hidup dan pembinaan di skolastikat. Menyaksikan karya-karya baik pastor Rolly di skolastikat, Kapitel MSC Provinsi Indonesia tahun 2005 di Panti Samadi Tomohon, memilihnya menjadi wakil provinsial MSC. Pemilihan ini membuat Pastor Rolly harus pindah ke Jakarta dan tidak lagi menjadi dosen mata kuliah dogma di STF-Seminari Pineleng.

Tugas sebagai Wakil Provinsial dijalani  sampai tahun 2008, karena di tahun itu Pastor Rolly diminta menjadi Asisten II Dewan Pimpinan Provinsi sampai tahun 2011, sampai kemudian terpilih menjadi Provinsial Tarekat MSC sampai tahun 2017. Sesudah tidak boleh dipilih lagi sebagai Provinsial karena sudah dua periode memimpin, pastor Rolly mengambil cuti sebelum nanti mendapatkan penugasan baru oleh provinsial yang baru Pst. Johnny Luntungan, MSC. Tetapi Tuhan memiliki rencana khusus untuk Pastor Rolly, penugasan tidak datang dari Tarekat, tetapi dari Tahta Suci Vatikan. Bapa Suci memilihnya menjadi Uskup di Keuskupan Manado.

Inilah perjalanan sejarah hidup uskup kita yang baru, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Ia tumbuh dari keluarga Katolik yang mewariskan nilai-nilai Kristiani dan benih panggilan. Ia digembleng dan berjuang dalam studi dan pembentukan kepribadian sebagai orang beriman selama 15 tahun di seminari menengah dan seminari Pineleng. Ia belajar banyak sebagai calon imam ketika menjalani masa orientasi pastoral di Dobo, kepulauan Aru. Ia tinggal dan hidup bersama umat dan masyarakat berkebudayaan, bermata pencaharian dan berkebiasaan yang berbeda. Ia mengalami hidup dalam semangat kebersamaan komunitas, ia menjadikan doa dan pershabatan sebagai kekuatan hidup panggilannya. Ia mendalami spiritualitas hidup rohani sampai ke India dan bahkan membagikannya selama lima tahun bersama para Novis MSC di Karanganyar.

Inilah Uskup baru kita, sebagaimana mgr. Josef  Suwatan yang mantan Provinsial dan pernah belajar dogma di Universitas Leuven, Belgia, ia juga mantan Provinsial dan pernah belajar dogma di Universitas yang sama. Ia bukan hanya mempelajari tentang ajaran-ajaran Gereja di luar negeri, ia mendapat kesempatan selama sepuluh tahun untuk mengajarkan pengetahuan dogmatisnya di depan kelas di STF-Seminari Pineleng, dan memberi contoh penghayatannya tentang ajaran gereja bersama para frater dan umat yang dilayaninya ketika menjadi dosen di Seminari.

Inilah Uskup baru kita, terhitung sejak dipilih menjadi superior skolastikat, 14 tahun terakhir, ia melayani gereja dan tarekat sebagai bagian dari kepeminpinan bahkan selama dua periode menjadi pemimpin Tarekatnya; memimpin para pastor, bruder dan frater-frater MSC.

Inilah Uskup, gembala keuskupan Manado. Mari berjalan bersamanya. Mari semakin menerangi terang yang sudah dibawa, dijaga dan dikembangkan oleh Uskup emeritus, Mgr. Josef Suwatan, MSC. Kita telah percaya akan Cinta Kasih Allah kepada kita, Credidimus Caritati. Kiranya kita tidak akan mampu melihat terang dalam Terang Tuhan kalau kita tidak percaya akan Cinta Kasih Allah. Terang itu akan bersinar dalam diri mereka yang memiliki kasih dalam dirinya. Banyak Selamat Mgr. Rolly. Banyak Selamat kepada seluruh umat Keuskupan Manado dan Terima Kasih tak berhingga kepada Mgr. Josef Suwatan, MSC.

P. Steven Lalu, pr

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini