Renungan Selasa, 1 Mei 2018: “Janganlah Gelisah dan Gentar Hatimu”

0
256

Selasa, 01 Mei 2018

Hari Biasa Pekan Paskah V

PF S. Yusuf, Pekerja

Bacaan Pertama: Kis 14:19-28; Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Waktu Paulus dan Barnabas di kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium,  dan mereka membujuk orang banyak memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu,  dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan,  bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang telah mereka selesaikan.

Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu  yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur: Mzm 145:10-11.12-13b.21; Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.

  • Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

 

  • Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaa-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abadi, Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

 

  • Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

 

Bait Pengantar Injil: Luk 24:46.26; Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

 

Bacaan Injil: Yoh 14:27-31a; Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.  Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Renungan; “Janganlah Gelisah dan Gentar Hatimu

Saudaraku, rasa takut dan gelisah adalah bagian dari hidup kita. Ada banyak hal yang memang sangat mencemaskan kita, membuat hati gelisah bahkan takut. Ada banyak persoalan yang kita hadapi yang membuat kita cemas. Ada persoalan ekonomi atau finansial. Masalah kesehatan dan penyakit. Tugas yang begitu berat dan belum selesai. Ada begitu banyak masalah relasi. Antar suami istri, anak dan orang tua, kakak beradik. Relasi dengan saudara dan teman yang terganggu. Tak tebilang banyaknya. Semakin dipikirkan semakin banyak saja yang datang. Kedamaian hati serasa jauh dari harapan.

Memang kalau kita menghadapi semua pergumulan hidup ini sendirian, terasa begitu banyak beban yang harus kita pikul. Begitu banyak persoalan yang membuat kita gelisah. Hari ini, bahkan setiap hari, Tuhan menyapa kita dengan firmanNya. Kali ini Yesus sendiri berkata: Jangan gelisah dan gentar hatimu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Jangan gelisah dan gentar hatimu. Percayalah kepada Allah. Percayalah juga kepadaKu. Semoga Sabda Tuhan menjadi kekuatan kita untuk terus percaya ada damai sejati dalam Tuhan. Rahmat dan damai sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita, sekarang dan selamanya. Amin.

P. Revi Tanod, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini