BerandaBerita KomsosJumat Agung Sebuah Refleksi Iman Tentang Kasih yang Total, Pengorbanan Tanpa Syarat

Jumat Agung Sebuah Refleksi Iman Tentang Kasih yang Total, Pengorbanan Tanpa Syarat

Published on

spot_img


Suasana hening dan penuh permenungan menyelimuti pelaksanaan ibadah Jumat Agung di Paroki Bunda Teresa Calcutta, Griya Paniki Indah, Manado, yang dipimpin langsung Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., 3 April 2026. Umat diajak untuk masuk lebih dalam pada makna penderitaan dan wafat Yesus Kristus sebagai pusat iman Kristiani.

Diawali dengan perarakan imam masuk dalam suasana hening, tanpa nyanyian pembuka, tanpa musik. Imam kemudian tiarap atau rebah sejenak di depan altar. Setelah doa pembuka dilanjutkan dengan liturgi sabda, bacaan dan kisah sengera Yesus Kristus oleh petugas pembaca.


Pastor Fransiscus Runtu dalam homilinya menekankan bahwa peristiwa Jumat Agung bukan sekadar mengenang kisah tragis penyaliban, melainkan sebuah refleksi iman tentang kasih yang total dan pengorbanan tanpa syarat. Yesus digambarkan sebagai sosok yang dengan sadar menerima penderitaan, mulai dari pengkhianatan, penangkapan, hingga wafat di kayu salib, demi keselamatan manusia.

662863932 2012669139605608 7824244425796669415 n


“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. Jeritan itu sebagai ungkapan penderitaan manusiawi yang sangat dalam. Namun di balik itu, terdapat makna ketaatan sempurna kepada kehendak Allah. Penderitaan tersebut bukan tanda kekalahan, melainkan jalan menuju kemenangan atas dosa dan maut,” tutur Pastor Angki Runtu.


Lebih lanjut, umat diajak memahami bahwa kasih Kristus tidak berhenti pada penderitaan fisik, tetapi mencapai puncaknya dalam pengampunan. Bahkan di tengah penderitaan, Yesus tetap menunjukkan kasih kepada manusia, termasuk mereka yang menganiaya-Nya. Pesan ini menjadi panggilan bagi umat untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.


“Jumat Agung dipandang sebagai momen untuk melihat kembali relasi pribadi dengan Tuhan, serta memperbarui komitmen hidup sesuai ajaran Kristus,” pungkasnya.


Setelah homili dan doa umat meriah dari imam kemudian dilanjutkan dengan penghormatan salib. Penghormatan salib diawali dengan pembukaan kain ungu yang menutup salib, sambil umat berlutut. Kemudian umat satu-persatu maju untuk menghormati salib. Selanjutnya dilanjutkan dengan menerima komuni dari hosti yang sudah dikuduskan pada misa Kamis Putih. Ibadah diakhiri dengan hening, tanpa lagu penutup atau musik.

KONTEN POPULER

Latest articles

Снять девушку: мобильный гид по приватности, доступу и дискретным платежам

Понимание желания и этикиВыбор подходящей платформыСоздание привлекательного профиляЭффективное общение и флиртБезопасность и конфиденциальностьОформление подписки...

Шлюхи Москва: обзор сервиса, приватность, доступ и функции

Шлюхи Москва — практическое руководство Что ищут...

Досуг для взрослых: мобильный гид по безопасному и дискретному развлечению

Почему досуг важен в современной жизни?Как выбрать безопасный и дискретный досуг?Топ‑5 видов досуга, которые...

Интим девочки: что нужно знать о безопасном доступе, приватности и дискретной подписке

Интим девочки: практическое руководство по выбору безопасного и соблазнительного контента ...

More like this

Paroki Santa Veronika dari Binasko Rayakan Pesta Pelindung dan HUT ke-7, Diwarnai Launching Website Digital

MANADO – Umat Paroki Santa Veronika dari Binasko Kaiwatu menggelar acara syukuran perayaan pesta...

Melalui Sabda-Nya, Umat Wilayah Rohani Santa Birgitta Diajak Memperbarui Iman

Tahuna – Umat Wilayah Rohani Santa Birgitta kembali berhimpun dalam suasana penuh kekhusyukan untuk...

Gerakan Kasih untuk Lansia, Rangkaian HUT ke-7 Paroki Sta. Veronika dari Binasko Kaiwatu

MANADO – Rangkaian Perayaan Pesta Pelindung dan HUT ke-7 Paroki Santa Veronika dari Binasko...