
Pada hari Selasa, 25 Maret 2025, Wilayah Rohani Ratu Rosari Suci mengadakan Ibadah Sabda Hari Raya Kabar Sukacita yang dipadukan dengan Pendalaman Iman APP 2025 pada Minggu Prapaskah ketiga. Ibadah ini mengusung tema “Pertobatan Ekologis dan Tanah yang Subur” dan berlangsung di rumah Keluarga Mantiri-Mailoor serta Keluarga Mailoor-Tewuh.
Ibadah dipimpin oleh Dr. Julita Petun, yang sekaligus membawakan Katekese Pendalaman Iman APP 2025. Bacaan Kitab Suci diambil dari Kejadian 1:9-13 yang berbicara tentang penciptaan daratan, lautan, dan tumbuh-tumbuhan, serta Lukas 1:26-38, mengenai Kabar Sukacita kepada Maria tentang kelahiran Yesus. Bacaan Injil ini mengajak umat untuk merenungkan betapa besarnya anugerah Allah dalam sejarah keselamatan.

Sebanyak 17 umat hadir dalam ibadah ini, terdiri dari 14 orang dewasa dan 3 anak-anak Sekami. Dr. Julita dalam katekesenya menekankan pentingnya pertobatan ekologis yang diwujudkan dengan tindakan nyata untuk menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman.
Bacaan Injil dari Lukas 1:26-38 menceritakan tentang peristiwa penting dalam sejarah keselamatan, yaitu Kabar Sukacita yang disampaikan malaikat Gabriel kepada Maria. Malaikat memberitahukan bahwa Maria telah dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari Yesus, Sang Juruselamat. Respons Maria yang penuh iman dan ketaatan menjadi contoh luar biasa bagi kita semua.

Dalam peristiwa ini, ada tiga hal penting yang bisa kita renungkan:
1. Kasih Karunia Allah Ketika malaikat Gabriel menyapa Maria dengan berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau,” kita diingatkan bahwa Allah senantiasa memilih dan memanggil kita bukan karena kehebatan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Maria, seorang wanita muda dari Nazaret, dipilih untuk mengambil bagian dalam karya besar keselamatan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah seringkali memilih mereka yang rendah hati dan sederhana untuk menggenapi rencana-Nya. Kita juga dipanggil untuk menyadari bahwa setiap anugerah yang kita terima berasal dari kasih Allah, yang mengundang kita untuk menjalani panggilan hidup dengan penuh tanggung jawab.
2. Keberanian untuk Mengatakan “Ya” Ketika Maria mendengar berita bahwa ia akan mengandung Yesus, ia sempat merasa takut dan bingung, karena ia belum bersuami. Namun, setelah mendengar penjelasan malaikat tentang bagaimana Roh Kudus akan turun atasnya, Maria menunjukkan iman yang luar biasa. Ia dengan rendah hati menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Respons Maria ini mengajarkan kita untuk memiliki keberanian menerima kehendak Tuhan dalam hidup kita, bahkan ketika kita tidak sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi. Maria menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada rencana Allah dengan keyakinan bahwa Tuhan akan membimbing dan memeliharanya.
3. Panggilan untuk Berperan dalam Rencana Allah Melalui Kabar Sukacita ini, kita diajak untuk menyadari bahwa Allah mengundang kita untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan-Nya. Sama seperti Maria, kita masing-masing dipanggil untuk menjalankan peran tertentu dalam rencana Tuhan, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat. Kita mungkin merasa tidak cukup layak atau mampu, tetapi seperti yang dikatakan malaikat Gabriel kepada Maria, “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Jika kita membuka hati dan merespons panggilan-Nya dengan iman, Allah akan memberikan kekuatan dan bimbingan yang kita butuhkan untuk menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kita.
Ibadah berlangsung penuh hikmat, diakhiri dengan doa bersama yang memohon agar umat semakin peduli terhadap bumi dan hidup dalam keseimbangan antara iman dan tanggung jawab ekologis, sebagaimana diingatkan dalam Masa Prapaskah ini.

