BerandaRenunganKebahagian saat ini dan Yang akan datang.

Kebahagian saat ini dan Yang akan datang.

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Senin, 10 Juni 2024
Pekan Biasa X
(1Raj.17:1-6, Mat.5:1-12)

Dalam Kitab Suci, sesuatu yang penting dan sakral, selalu berada di tempat yang tinggi, di atas gunung atau disebuah bukit. Misalnya Abraham di minta memepersembahkan mempersembahkan anaknya Isak di gunung. Di sanalah pernjanjian Allah dengan Abraham terjadi. Musa menerima Hukum Tuhan di Atas gunung Sinai, Yesus mengalami pemuliaan di atas Gunung Tabor. Peneguhan Yesus sebagai Putra Allah yang terkasih. Karena Gunung intinya tinggi dan yang tinggi itu identik dengna Allah atau dekat dengan Allah.

Hari ini pun Yesus menyampaikan Sabda Bagahia dari atas bukit, memperlihatkan betapa Sabda Bahagia yang disampaikan itu penting dan sakral. Ada dua hal pokok yang hendak disampaikan dari rumusan Sabda Bahagia Yesus ini, yakni tentang waktu saat ini (sekarang) dan waktu yang akan datang. Tentang waktu sekarang Yesus mengatakan berbahagialah pada apa yang terjadi. Apa yang dialami dan apa yang dilakukan saat ini. Karena pada masa mendatang atau sesudahnya, kita akan memperoleh buah-buah kebaikan dan penebusan dari perbuatan dan kesetiaan kita saat ini. Kuncinya adalah kita melakukan dengan bahagia setiap perbuatan dan juga bahagia dengan setiap peristiwa yang dialami saat ini. Menjalankan segala sesuatu dengan bahagia memotivasi kita untuk melakukannya secara benar, sabar, penuh perjuangan apa pun kesulitan yang dihadapi.

Sabda Bahagia juga mengundang harapan akan kebaikan yang akan diperoleh. “Yang miskin di hadapan Allah” akan memperoleh kerajaan Surga: yang berdukacita akan dihibur, yang lemah lembut akan memiliki bumi, yang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan, yang murah hati akan memperoleh kemurahan yang suci hatinya akan melihat Allah, yang membawa damai akan disebut Anak Allah, yang dianiaya oleh karena kebenaran akan memiliki Kerajaan Surga.

Dengan ini hendak dikatakan bahwa setiap orang yang tekun dan setia melakukan perbuatan baik, yang hatinya tertuju pada Allah dan cintanya tulus kepada sesama akan mendapat pahala penebusan dan kebahagiaan pada hari ini, juga dan dijamin hidupnya pada hari yang akan datang. Orang seperti inilah yang disebut Yesus sebagai orang yang berbahagia: Bahagia di dunia, selamat di akhirat! Semoga kita pun layak disebut orang yang berbahagia karena kita sungguh percaya pada Yesus dan Sabda-Nya ini. Amin.

AMDG. Pst.Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Setia dalam Hal-Hal Kecil, Dipercaya dalam Perkara Besar

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal besar. Kita bercita-cita...

219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

Komsos Manado – Sebanyak 219 peserta ambil bagian dalam kegiatan Bible Camp Siswa (BCS)...

Tingkatkan Kompetensi, Paroki Bunda Teresa GPI Kembali Gelar Pelatihan Pemimpin Ibadah dan Lektor

Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para...

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining Du willst fit werden,...

More like this

219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

Komsos Manado – Sebanyak 219 peserta ambil bagian dalam kegiatan Bible Camp Siswa (BCS)...

Tingkatkan Kompetensi, Paroki Bunda Teresa GPI Kembali Gelar Pelatihan Pemimpin Ibadah dan Lektor

Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...