Kebahagian saat ini dan Yang akan datang.

0
73

Merenungkan Sabda
Senin, 10 Juni 2024
Pekan Biasa X
(1Raj.17:1-6, Mat.5:1-12)

Dalam Kitab Suci, sesuatu yang penting dan sakral, selalu berada di tempat yang tinggi, di atas gunung atau disebuah bukit. Misalnya Abraham di minta memepersembahkan mempersembahkan anaknya Isak di gunung. Di sanalah pernjanjian Allah dengan Abraham terjadi. Musa menerima Hukum Tuhan di Atas gunung Sinai, Yesus mengalami pemuliaan di atas Gunung Tabor. Peneguhan Yesus sebagai Putra Allah yang terkasih. Karena Gunung intinya tinggi dan yang tinggi itu identik dengna Allah atau dekat dengan Allah.

Hari ini pun Yesus menyampaikan Sabda Bagahia dari atas bukit, memperlihatkan betapa Sabda Bahagia yang disampaikan itu penting dan sakral. Ada dua hal pokok yang hendak disampaikan dari rumusan Sabda Bahagia Yesus ini, yakni tentang waktu saat ini (sekarang) dan waktu yang akan datang. Tentang waktu sekarang Yesus mengatakan berbahagialah pada apa yang terjadi. Apa yang dialami dan apa yang dilakukan saat ini. Karena pada masa mendatang atau sesudahnya, kita akan memperoleh buah-buah kebaikan dan penebusan dari perbuatan dan kesetiaan kita saat ini. Kuncinya adalah kita melakukan dengan bahagia setiap perbuatan dan juga bahagia dengan setiap peristiwa yang dialami saat ini. Menjalankan segala sesuatu dengan bahagia memotivasi kita untuk melakukannya secara benar, sabar, penuh perjuangan apa pun kesulitan yang dihadapi.

Sabda Bahagia juga mengundang harapan akan kebaikan yang akan diperoleh. “Yang miskin di hadapan Allah” akan memperoleh kerajaan Surga: yang berdukacita akan dihibur, yang lemah lembut akan memiliki bumi, yang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan, yang murah hati akan memperoleh kemurahan yang suci hatinya akan melihat Allah, yang membawa damai akan disebut Anak Allah, yang dianiaya oleh karena kebenaran akan memiliki Kerajaan Surga.

Dengan ini hendak dikatakan bahwa setiap orang yang tekun dan setia melakukan perbuatan baik, yang hatinya tertuju pada Allah dan cintanya tulus kepada sesama akan mendapat pahala penebusan dan kebahagiaan pada hari ini, juga dan dijamin hidupnya pada hari yang akan datang. Orang seperti inilah yang disebut Yesus sebagai orang yang berbahagia: Bahagia di dunia, selamat di akhirat! Semoga kita pun layak disebut orang yang berbahagia karena kita sungguh percaya pada Yesus dan Sabda-Nya ini. Amin.

AMDG. Pst.Y.A.
St. Ignatius, Manado

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini