Komsos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado melaksanakan Aksi Ekoteologi sebagai bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Kegiatan ini berfokus pada kegiatan bersih-bersih dan penghijauan rumah ibadah, menegaskan komitmen institusional terhadap tanggung jawab lingkungan dan toleransi antarumat beragama.
Aksi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Manado, Hj. Rogaya Udin, ini dipusatkan di empat rumah ibadah utama, mencakup Gereja Sentrum Manado, Vihara Dhamadipa, Masjid Raya A. Yani, dan Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Kairagi.
Dalam pernyataannya, Hj. Rogaya Udin menekankan bahwa kegiatan yang melibatkan seluruh jajarannya ini merupakan wujud konkret dari tanggung jawab terhadap kelestarian alam, sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
Dukungan signifikan terlihat dari Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Manado, Plato Rawung, yang hadir bersama para pengawas, penyuluh, dan ASN Katolik. Sebagai kontribusi nyata terhadap penghijauan, Plato Rawung secara simbolis menyerahkan sejumlah bibit pohon buah unggul, yakni mangga dan alpukat. Bibit-bibit tersebut langsung ditanam di lokasi strategis Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Kairagi.

“Aksi Ekoteologi ini adalah terjemahan langsung dari panggilan iman kita untuk merawat ciptaan Tuhan,” ujar Plato Rawung, menyoroti dimensi spiritual dari upaya pelestarian lingkungan.
Aksi Ekoteologi ini tidak hanya bertujuan membersihkan fisik rumah ibadah, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif bahwa merawat alam adalah bagian tak terpisahkan dari praktik keimanan, sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Manado.

