Allah selalu memberi kita umat manusia kesempatan untuk diselamatkan. Hal ini diungkapkan Pastor Kiki Kuntag MSC pada perayaan ekaristi hari Minggu Paskah II, Hari Minggu Kerahiman Ilahi, 12 April 2026 di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI).
Dalam homilinya, Pastor Kiki menyoroti sosok Rasul Tomas sebagai tokoh sentral yang sangat dekat dengan pengalaman hidup manusia modern. Ia menyebut Tomas sebagai rasul yang “biasa-biasa saja”—sebuah representasi dari setiap pribadi yang sering kali mengandalkan logika kemanusiaan.
“Tomas adalah kita semua. Ia mengandalkan kemanusiawiannya; jika tidak melihat dan tidak menyentuh, ia tidak percaya. Namun, justru dari titik keragu-raguan dan ketidaktahuannya itulah, Tomas disapa oleh Yesus,” ungkap Pastor Kiki.
Lanjutnya, ketidakpercayaan Tomas tidak dijawab Yesus dengan amarah, melainkan dengan inisiatif untuk datang dan menyelamatkan. Inilah, menurut Pastor Kiki, inti dari Kerahiman Ilahi: bahwa Allah tidak pernah membiarkan manusia berjalan sendirian dalam kegelapan atau ketersesatan.
Poin menarik lainnya yang diangkat adalah cara Yesus menyapa para murid pasca-kebangkitan. Yesus datang menemui orang-orang yang telah meninggalkan dan mengkhianati-Nya, namun sapaan pertama yang keluar dari mulut-Nya bukanlah penghakiman, melainkan: “Damai Sejahtera Bagimu.”
“Ini sungguh luar biasa. Yesus mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup, kita harus selalu berdamai. Tanpa damai, hidup kita akan terus diliputi ketakutan dan kecemasan. Kita sering takut membuka pintu hati kita, padahal Yesus sesungguhnya sudah masuk ke dalamnya,” tegas Pastor Kiki di hadapan umat.
Lebih lanjut, Pastor Kiki Kuntag menjelaskan bahwa Kerahiman Ilahi tidak berhenti pada pengampunan, tetapi berlanjut pada pengutusan. Yesus tidak hanya memberikan damai, tetapi juga menghembusi para murid dengan Roh Kudus.
Langkah Yesus menghembusi para murid merupakan simbol kekuatan baru agar manusia mampu menghadapi realitas kehidupan masing-masing. “Yesus ingin kita diselamatkan, tidak hidup dalam kegelapan, dan tidak lagi terbelenggu oleh dosa. Roh Kudus diberikan agar kita tetap kuat menjalani perutusan kita di tengah dunia,” tambahnya.
Pastor Kiki Kuntag menambahkan, perayaan Minggu Kerahiman Ilahi di Paroki GPI ini menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa Allah selalu mempunyai cara untuk memanggil kembali jiwa-jiwa yang tersesat dan memberikan kesempatan baru bagi siapa saja yang mau membuka diri pada kasih-Nya yang maharahim.(Roy)
