Guaan, Boltim – Semangat kebersamaan dan sukacita pelayanan kembali ditunjukkan Kontingen Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna saat mengikuti Lomba Defile dalam rangkaian Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, yang berlangsung di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sabtu (4/7/2026).
Ribuan peserta dari berbagai paroki mengikuti defile dengan menempuh rute sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer, melintasi sejumlah desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Perjalanan panjang tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus menunjukkan semangat pelayanan dan identitas masing-masing kontingen.
Bagi Kontingen KBK Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, defile bukan sekadar berjalan bersama. Di sepanjang perjalanan, para peserta menghadirkan nuansa khas Kepulauan Nusa Utara dengan melantunkan Masamper, budaya bernyanyi secara berbalas yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Sangihe.

Alunan Masamper yang dinyanyikan dengan penuh semangat membuat suasana defile semakin hidup. Tidak sedikit warga yang berdiri di tepi jalan memberikan tepuk tangan, mengabadikan momen, bahkan ikut menikmati irama dan kekompakan yang ditampilkan kontingen dari Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna.
Cuaca khas dataran tinggi Bolaang Mongondow Timur yang dingin, ditambah hujan yang mengguyur hampir sepanjang kegiatan, sama sekali tidak mengurangi antusiasme para peserta. Dengan langkah yang tetap tegap, para pastor pendamping dan seluruh kontingen terus berjalan bersama hingga garis akhir, memperlihatkan semangat pantang menyerah dan kebersamaan yang menjadi ciri khas Kaum Bapak Katolik.
Ketua KBK Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, Lodrik Lalenoh, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam defile merupakan wujud sukacita untuk membangun persaudaraan di tengah Gereja.

“Kami datang bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi untuk mempererat persaudaraan. Masamper yang kami bawakan adalah ungkapan sukacita sekaligus cara kami memperkenalkan kekayaan budaya Sangihe kepada seluruh peserta dan masyarakat yang menyaksikan.”
Keikutsertaan dalam Lomba Defile menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi kontingen Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna. Kekompakan barisan, semangat para peserta, serta lantunan Masamper yang terus menggema sepanjang perjalanan menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi sarana membangun persaudaraan, mempererat persatuan, sekaligus mewarnai kehidupan menggereja.
Melalui kegiatan ini, KBK Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna kembali membuktikan bahwa semangat pelayanan tidak hanya diwujudkan di dalam gereja, tetapi juga melalui kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap budaya yang diwariskan para leluhur. Di tengah dinginnya udara dan derasnya hujan, semangat kontingen tetap menyala, menghadirkan wajah Gereja yang penuh sukacita, bersaudara, dan bangga akan identitas budayanya. (Riko)
