Paroki GPI Gelar Workshop Liturgi Anggun dan Menawan

0
645
Workshop dalam rangka Bulan Liturgi Nasional di Paroki GPI.

Dalam rangka Bulan Liturgi Nasional pada bulan Mei ini, Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) menggelar workshop yang diikuti seluruh seksi liturgi Paroki, Stasi, Wilayah Rohani, Kelompok Kategorial dan Koster, Kamis 23 Mei 2024.

Materi dibawakan secara sistimatis oleh Sekretaris Jendral Keuskupan Manado Pst Johanis Josep Montolalu Pr, yang juga Pastor Paroki GPI dengan tema “Liturgi Anggun dan Menawan.”

Pastor John Montolalu mengungkapkan pentingnya liturgi dalam kehidupan agama. Menurutnya tanpa ada liturgi bukanlah agama. Lanjutnya liturgi yang anggun dan menawan merupakan partisipasi aktif (Sacrosanctum Concilium).

IMG 20240523 101645
Pastor Johanis Josep Montolalu Pr.

“Oleh karena itu tidak ada kegiatan Gereja yang lebih tinggi nilainya daripada liturgi (KGK 1070, SC 7), karena di dalam liturgi terwujudlah persatuan yang begitu erat antara Kristus dengan Gereja  sebagai MempelaiNya dan TubuhNya sendiri,” ungkap Pastor John Montolalu.

Lanjutnya, liturgi adalah perayaan misteri karya keselamatan Allah di dalam Kristus, yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus, Sang Imam Agung, bersama Gereja-Nya di dalam ikatan Roh Kudus. 

“Maka, betapa pentingnya, luhur, mulia, agung, mengagumkan, terpuji, bermartabat perayaan liturgi itu,” tutur Pastor John Motolalu.

Pastor kemudian mengungkapkan, para pelaku liturgi yaitu seluruh umat Allah yang hadir. Jadi umat bukanlah penonton tetapi harus berperan aktif dalam liturgi. Sedangkan para petugas liturgi yaitu kostor, dekorator, tata laksana, Pastor, PPA, dirigen dan paduan suara, pemandu, Lektor, Pemazmur, pembawa doa umat, pembawa persembahan, prodiakon (Pembagi Komuni).

Pastor memberi catatan, untuk paduan suara agar pilihan lagu hendaknya disesuaikan dengan tema perayaan, masa liturgi dan sifat ritus-ritus. Paduan suara harus menyemangati peran-serta umat. Begitu juga dengan organis, bunyi musik jangan sampai menenggelamkan suara umat atau penyanyi sebab kata-kata yang diucapkan harus lebih terdengar.

“Para petugas liturgi hendaknya menunaikan tugasnya dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayan seluhur itu,” ungkap Pastor.

Hadir dalam workshop tersebut Pastor Rekan, Pst Jan Silvianus Koraag Pr dan Frater Pastoral, Frater Dirros Pugon Pr.(Roy)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini