BerandaBerita KomsosPaskah Adalah Warisan Kesaksian Para Rasul

Paskah Adalah Warisan Kesaksian Para Rasul

Published on

spot_img


Perayaan Hari Raya Paskah tidak sekadar mengenang peristiwa kebangkitan, tetapi menjadi momentum mendalam untuk merawat dan mewariskan iman. Dalam homilinya pada Misa Paskah, 5 April 2026, Pastor Fransiscus Antonio Runtu, mengajak umat untuk merenungkan makna Paskah sebagai perjalanan membangun persekutuan yang berakar dari sejarah iman dan kesaksian para rasul.
Dalam suasana sukacita Paskah, umat diajak untuk tidak berhenti pada perayaan seremonial, melainkan masuk dalam permenungan yang lebih dalam. Pastor menegaskan bahwa selama tujuh pekan Paskah, umat beriman diajak merenungkan bagaimana persekutuan Gereja terbentuk dan bertumbuh dari waktu ke waktu.
Menurutnya, akar panggilan iman tidak dapat dilepaskan dari sosok Abraham sebagai bapa kaum beriman. Dari sejarah inilah, iman umat berkembang dan menemukan kepenuhannya dalam peristiwa kebangkitan Kristus. “Hari ini makna itu bertambah,” ungkapnya, menegaskan bahwa Paskah memperkaya perjalanan iman yang telah diwariskan lintas generasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya tradisi dalam menjaga kesinambungan iman. Jika tradisi dihilangkan, maka nilai-nilai iman akan sulit diwariskan. “Mewariskan itulah makna Paskah,” tegasnya, seraya menekankan bahwa iman hidup karena terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam penjelasannya, pastor menguraikan dinamika liturgi Paskah, di mana setiap hari Minggu dalam siklus Tahun A, B, dan C selalu menghadirkan Injil tentang kebangkitan. Sementara itu, dalam misa malam, umat diajak merenungkan kisah perjalanan ke Emaus—sebuah perjalanan iman yang penuh pencarian dan pengenalan akan Kristus yang bangkit.
Menariknya, pada hari Paskah sendiri, Injil tidak menampilkan Yesus secara langsung. “Yang ada hanyalah kubur kosong tanpa bukti fisik kebangkitan. Dalam situasi ini, muncul berbagai kemungkinan—apakah jenazah Yesus dicuri atau terjadi hal lain. Namun, di tengah ketidakpastian itu, para murid tetap memilih untuk percaya,” ungkap Pst. Fransiscus Runtu.
Pastor menegaskan bahwa iman akan kebangkitan Yesus bertumpu pada kesaksian kedua belas rasul. Paskah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan kesaksian hidup yang terus diwariskan. “Kita hidup dari keyakinan para rasul, makanya sahadat kita adalah sahadat para rasul,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perjalanan sejarahnya, Gereja mulai terpisah dari tradisi Yahudi. Para rasul menjadi saksi utama iman, dan kesinambungan itu diteruskan melalui para uskup sebagai pengganti para rasul. Di sinilah iman Katolik menemukan fondasi dan keterikatannya.
Peristiwa kebangkitan juga membawa perubahan dalam tradisi perayaan. Jika Paskah Yahudi dirayakan pada hari Sabat, maka kebangkitan Kristus yang terjadi pada hari ketiga—hari Minggu—menjadikan hari itu sebagai “Domingo” atau Hari Tuhan. Dari sinilah umat Kristiani menetapkan Minggu sebagai hari suci.
Menutup homilinya, pastor menegaskan bahwa Paskah Kristus bukan sekadar momen historis, tetapi juga titik balik yang membentuk identitas iman umat. Paskah menjadi peristiwa yang menghubungkan tradisi dan kesaksian, sekaligus menegaskan panggilan umat untuk terus mewariskan iman dalam kehidupan sehari-hari.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

More like this

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...