Pastor John Montolalu Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi dalam Pelayanan Pastoral

0
619
Pastor Johanis J Montolalu Pr memimpin pertemuan perdana dengan DPP pleno Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI.

Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Pastor Johanis J. Montolalu Pr., menekankan pentingnya batas kewenangan yang jelas dalam bidang pastoral. Dalam pertemuan perdana dengan DPP Pleno, Sabtu (01/06/2024) di aula pastoran itu Pastor menggaris bawahi, Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi dalam Pelayanan Pastoral.

“Supaya kita semua bergerak sesuai dengan tugas masing-masing, namun tetap terstruktur dan tersistem,” ujar Pastor Johanis Montolalu saat memimpin pertemuan tersebut. Ia menekankan bahwa semua pihak harus maju secara terarah dan tidak simpang siur.

Pastor Johanis juga menegaskan bahwa tidak ada kelompok yang lebih tinggi dari yang lain dalam struktur pastoral. “Semua wilayah rohani posisinya sama. Tidak ada pusat paroki lebih tinggi dari stasiun. Semua sama tinggi,” tegasnya. Ia menekankan bahwa tidak ada satu kelompok atau wilayah yang boleh memberi perintah kepada kelompok atau wilayah lain, semua harus bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing.

941f3936 59bd 491a 8364 7aa2de6d0151

Menurut Pastor Johanis, koordinasi dan komunikasi yang baik sangat penting dalam menjalankan tugas pastoral. 

“Yang kita butuhkan adalah koordinasi dan komunikasi, baik secara vertikal sesuai dengan struktur maupun secara horizontal,” ungkap Pastor John, sapaan akrabnya. Ia berharap agar semua anggota Dewan Pastoral Paroki dan rekan kerja lainnya memperhatikan dan menjalankan kewenangan mereka dengan baik, sesuai dengan struktur dan tugas yang telah ditetapkan. Hal ini untuk memastikan bahwa pelayanan pastoral dapat berjalan dengan efektif dan harmonis.

Pastor John mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama dan menjaga koordinasi yang baik demi kemajuan pelayanan pastoral di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta. “Baik kelompok teritorial maupun kategorial, kita membutuhkan hal ini. Perlu ada sosialisasi, supaya orang jadi paham, tidak gagal paham,” jelasnya. Ia juga menyarankan perlunya workshop dan pelatihan untuk meng-upgrade kemampuan-kemampuan umat yang dilayani, baik di bidang pengetahuan maupun di bidang keterampilan.

Pastor Johanis juga mengungkapkan pentingnya memikirkan kaderisasi secara bertahap untuk menampilkan tokoh yang kompeten, yang siap dikirim tidak hanya dalam lingkungan gereja tetapi juga di lingkungan kemasyarakatan. “Kita perlu tokoh ibadah Katolik yang juga bisa berperan di konteks oikumene dalam masyarakat umum. Itu juga perlu dikaderkan untuk liturgi dan lain-lain,” tutupnya.

Pertemuan itu dihadiri Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr, Frater Pastoral Fr. Dirros Pugon Pr, DPP, DPS, Ketua Wilayah Rohani dan Kelompok Kategorial.(Roy)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini